Arkeologi » Nepal

Temuan Baru Arkeologi Dapat Ubah Waktu Kelahiran Siddhattha

Rabu, 27 November 2013

Bhagavant.com,
Rupandehi, Nepal – Sebuah penemuan arkeologi terbaru dari sisa-sisa reruntuhan kuno di Vihara atau Candi Mayadevi (Mahamaya), Lumbini, Nepal, dapat merubah masa waktu kelahiran Pangeran Siddhattha Gotama (Skt: Siddhartha Gautama) yang kemudian menjadi Buddha.

Dalam ekskavasi atau penggalian yang dilakukan di dalam Vihara Mayadevi, bangunan sebagai penanda lokasi di mana Pangeran Siddhattha dilahirkan, ditemukan sisa-sisa struktur kayu di bawah dinding bata pada bangunan kuno yang berusia lebih baru. Diperkirakan struktur kayu tersebut berasal dari abad ke-6 Sebelum Era Umum (Sebelum Masehi).

Tampak luar Vihara atau Candi Mahamaya (Mayadevi), Lumbini, Nepal. Foto: Unesco.org
Tampak luar Vihara atau Candi Mahāmāyā (Māyādevī), Lumbini, Nepal. Foto: Unesco.org

Sedangkan dalam penggalian pada bagian tengah situs, para arkeolog menemukan lubang pancang yang mengacu pada bekas pagar kayu yang mengelilingi sebuah cetiya pohon dan menunjukkan berasal dari sekitar tahun 800 hingga 545 SEU.

Tim ekskavasi menemukan bahwa pusat cetiya tersebut tidak beratap, dan berisi akar-akar pohon yang telah termineralisasi, dikelilingi oleh lantai tanah liat yang licin karena pengunjung masa itu. Bentuknya seperti cetiya pohon kuno.

Akar pohon tersebut nampaknya telah dipupuk, dan meskipun cetiya pohon ditemukan dalam tradisi-tradisi tua India, tetapi cetiya yang ditemukan tersebut tidak memiliki tanda-tanda kegiatan pemberian kurban seperti situs-situs lainnya.

”Sangat bersih (dari tanda-tanda pemberian kurban), kenyataannya menunjuk pada tradisi Buddhis yang tanpa kekerasan dan tanpa kurban,” kata Professor Robin Coningham, arkeolog dari Universitas Durham Inggris, seperti yang dilansir Nasional Geographic pada Senin (25/11/2013).

Para arkeolog tersebut juga menemukan alasan bahwa keberadaan akar pohon yang tumbuh di tengah situs tersebut berhubungan dengan kisah kelahiran Pangeran Siddhattha, saat Ratu Mahamaya melahirkan-Nya dengan posisi berdiri sambil memegang pohon.

Sebelumnya, sampai saat ini, bukti paling awal dari masa kelahiran Pangeran Siddhattha hanya didapat pada struktur bangunan di Vihara Mayadevi yang berasal dari awal abad ke-3 SEU, di masa Kaisar Ashoka (Asoka). Dan para sejarawan awal abad ke-20 melakukan konsensus tahun kelahiran Pangeran Siddhattha yaitu pada tahun 563 SEU.

Sedangkan berdasarkan kepustakaan Buddhis khususnya kepustakaan bahasa Pali dan pemerintah Nepal, Pangeran Siddhattha dilahirkan pada tahun 623 SEU, selisih 60 tahun dari konsensus para sejarawan.

Dengan adanya penemuan arkeologi yang dipublikasikan di jurnal Antiquity pada Senin (25/11/2013) tersebut dapat memundurkan tahun kelahiran Pangeran Siddhattha versi sejarawan modern ke masa yang lebih tua lagi.

Jika studi ini benar berarti akan ada kemungkinan besar tahun kelahiran Pangeran Siddhattha versi sejarawan berdasarkan penemuan arkeologi tersebut akan sama atau setidaknya lebih mendekati tahun yang ada dalam teks-teks Buddhis, yaitu tahun 623 SEU.

”Ini adalah kejadian langka, saat keyakinan, tradisi, arkeologi, dan sains benar-benar bersatu,” kata Coningham dalam konferensi pers pada Senin (25/11/2013).

Situs Taman Lumbini diketemukan kembali setelah Dr. A Fiihrer dan Khadga Samsher Rana menemukan pilar Ashoka pada tahun 1896. Lumbini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1997.[Bhagavant, 27/11/13, Sum]

Kata kunci: , ,
Penulis: