Malaysia

Buddhis-Muslim Dapat Ubah Kawasan Asia Tenggara

Selasa, 5 November 2013

Bhagavant.com,
Kuala Lumpur, Malaysia – Sekitar 200 orang menghadiri sebuah dialog lintas agama untuk mempromosikan hubungan baik antara Buddhis dan Muslim diadakan pada Jumat 1 November 2013 yang lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Forum Perdamaian Buddhis-Muslim Internasional yang diselenggarakan di Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM), Kuala Lumpur, Malaysia, Ketua International Network of Engaged Buddhists (INEB), Dr. Harsha Kumara Navaratne, dari Sri Lanka memaparkan bahwa Buddhis dan Muslim dapat mengembangkan gagasan sehingga dapat mengubah kawasan Asia Tenggara.

”Jika komunitas Buddhis dan Muslim dapat mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi mereka, ada potensi besar untuk tumbuh dan berkembangnya gagasan-gagasan dan nilai-nilai yang dapat membantu untuk mengubah kawasan,” kata Dr. Harsha seperti yang dilansi The Star Malaysia, Minggu (3/11).

Forum yang juga dihadiri oleh Wakil Direktur Jenderal IKIM Prof. Datin Dr Azizan Baharuddin, Presiden International Movement for a Just World (JUST) Dr. Chandra Muzzafar, Pendiri INEB Sulak Sivaraksa, membahas cara-cara moderat menangani masalah sosial yang dihadapi oleh kedua agama ini.

Dr. Chandra mencatat bahwa di kawasan Asia Tenggara, jumlah populasi Buddhis tercatat 42% dan Muslim 40%.

”Jika kita membiarkan kekerasan mengikis hubungan antar pengikut agama tersebut, hal itu dapat menganggu kestabilan kedamaian di kawasan. Dengan demikian, kita harus bersama-sama menjaga hubungan,” demikian katanya.[Bhagavant, 5/11/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: