Asia Tenggara » Birma

Kathina, Buddhis Myanmar Tenun Jubah Rupaka Buddha Marmer Terbesar

Bhagavant.com,
Nay Pyi Taw, Myanmar – Umat Buddhis Myanmar melakukan penenunan dan persembahan jubah matho untuk pertama kalinya yang akan dikenakan di rupaka raksasa Buddha Maravijaya.

Buddhis Myanmar Tenun Jubah Rupaka Buddha Marmer Terbesar
Susana Festival Tazaungdaing 2023 di Nay Pyi Taw. di Foto: gnlm.com.mm

Upacara menenun dan mempersembahkan jubah matho pertama kepada rupaka Buddha Maravijaya di Taman Buddha di Wilayah Dekkhinathiri, Nay Pyi Taw, berlangsung pada Minggu malam (26/11/2023).

Jubah matho (matho-thingan, မသိုးသင်္ကန်း) secara harfiah berarti “jubah yang tidak lapuk”; jubah ini adalah jubah yang ditenun pada malam bulan purnama Tazaungmon (bulan ke-8 penanggalan Myanmar) dan harus diselesaikan sebelum matahari terbit keesokan harinya untuk dipersembahkan pada rupaka suci Buddha.

Ketua Dewan Administrasi Negara Jenderal Senior Min Aung Hlaing dan istrinya Daw Kyu Kyu Hla menghadiri upacara tersebut. Pertama, mereka memotong pita untuk membuka upacara menenun dan mempersembahkan jubah matho kepada rupaka Buddha Maravijaya.

Selanjutnya upacara berjalan sesuai tata cara meliputi penenunan jubah matho, tarian dan nyanyian serta pelepasan balon udara.

Kemudian Jenderal Senior beserta istri dan para tamu menyaksikan penenunan jubah Matho oleh tim masing-masing di sembilan alat tenun tradisional. Mereka juga menyaksikan pelepasan balon udara dan menyemangati para umat untuk datang ke Festival Cahaya Tazaungdaing Rupaka Buddha Maravijaya.

Setelah itu, Jenderal Senior dan istrinya memberikan penghormatan kepada rupaka Buddha Maravijaya dengan mempersembahkan bunga, air, dan lampu. Mereka kemudian berjalan-jalan di kawasan rupaka Buddha dan berpartisipasi dalam persembahan 3.600 lampu minyak kepada rupaka Buddha bersama para umat.

Festival Tazaungdaing rupaka Buddha diadakan dari tanggal 25 hingga 27 November 2023 di Taman Buddha yang dihiasi dengan lampu LED. Perayana diisi dengan kegiatan mempersembahkan 9.000 lampu minyak kepada rupaka Buddha, pembacaan Paṭṭhāna (salah satu bagian dari Abhidhamma) terus menerus, pembacaan ayat-ayat Buddhis, peluncuran kembang api, petasan, balon udara besar.

Persembahan jubah matho pertama diselenggarakan di kawasan taman Buddha yang dihiasi dengan lampu LED. UMKM juga membuka kios yang menjual produk lokal, bahan makanan, produk konsumsi, dan jajanan tradisional.

Rupaka Buddha Maravijaya merupakan sebuah rupaka marmer putih raksasa Buddha terbesar di dunia dengan tinggi 24,7 meter (81 kaki) dan bobot lebih dari 5.000 ton (tepatnya 5.292 ton) yang didirikan di Wilayah Dekkhinathiri, Naypydaw, Myanmar.

Rupaka Buddha ini menggambarkan wujud Buddha dengan mudra bhumisparsha (menyentuh Bumi) sebagai saksi kemenangan-Nya melawan Mara. Untuk itu rupaka tersebut diberi nama Maravijaya Buddha atau Kemenangan Buddha atas Mara.[Bhagavant, 28/11/23, Sum]

Rekomendasikan:

Kategori: Asia Tenggara,Birma
Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: