Asia Tenggara » Bangladesh » Seremonial

Buddhis di JBC Bangladesh Selenggarakan Dana Jubah Kathina

Senin, 21 November 2016

Bhagavant.com,
Jalur Bukit Chittagong, Bangladesh – Umat Buddhis di Jalur Bukit Chittagong (JBC), Bangladesh, merayakan Kathina dengan menyelenggarakan upacara persembahan jubah Kathina, pada 10 November 2016 yang lalu.

Raja dari suku Chakma, Raja Devasish Roy (kiri depan, bersila, baju putih), meresmikan ruang jahit pada perayaan Kathina Puja di Vihara Rajbana, Distrik Rangamati, Jalur Bukit Chittagong, Bangladesh, (10/10/2016).
Raja dari suku Chakma, Raja Devasish Roy (kiri depan, bersila, baju putih), meresmikan ruang jahit pada perayaan Kathina Puja di Vihara Rajbana, Distrik Rangamati, Jalur Bukit Chittagong, Bangladesh, (10/10/2016). Foto: thedailystar.net

Perayaan Kathina Puja yang diselenggarakan di Vihara Rajbana, Distrik Rangamati dan dihadiri oleh raja dari suku Chakma, Raja Devasish Roy, disambut secara antusias dan meriah oleh ribuan masyarakat Buddhis setempat dan sekitarnya.

Menurut pihak penyelenggara, perayaan resmi upacara persembahan jubah Kathina (Kathina civara dana) yang tahun ini memasuki tahun ke-43, tidak hanya diikuti oleh masyarakat Buddhis di Distrik Rangamati tetapi juga di Distrik Khagrachhari dan Bandarban.

Raja Debasish Roy meresmikan perayaan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut dengan melakukan pembukaan bain ghar (ruang jahit) dan mesin tenun di Vihara Rajbana.

Setiap tahun kami mengadakan perayaan keagamaan ini untuk melestarikan tradisi dan adat istiadat kami. Kami mengikuti bain (kegiatan menjahit) ini di antara seluruh umat Buddhis di JBC,” kata Debasish Roy seperti yang dilansir The Daily Star, Jumat (11/11/2016).

Tradisi persembahan dana jubah Kathina kepada Sangha Bhikkhu/Bhikkhuni telah ada sejak kehidupan Buddha Gotama pada 2560 tahun yang lalu. Persembahan ini dilaksanakan pada perayaan Kathina yang merupakan perayaan berakhirnya masa vassa (retret musim penghujan) bagi para bhikkhu/bhikkhuni.

Goutam Deawn, salah seorang penyelenggaran dan juga presiden Parisada Upasaka Upasika Karjo Nirbahi mengatakan, pemerintahan distrik telah mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat untuk menjaga agar perayaan ini berlangsung dengan damai.

Md Rashid, petugas brwenang dari Kantor Polisi Kowtoali Rangamati, mengatakan personel polisi telah dikerahkan untuk mencegah masalah apa pun selama kegiatan tersebut berlangsung.

Hal tersebut diantisipasi mengingat setahun belakangan ini, Bangladesh menghadapi masalah berupa kekerasan dan pembunuhan terhadap kaum minoritas termasuk terhadap umat Buddhis yang sebagian besar tinggal di sekitar Jalur Bukit Chittagong.[Bhagavant, 21/11/16, Sum]

 

Kata kunci:
Penulis: