Korea Selatan

Mantan Kepala Sangha Jogye Korea Wafat dalam Kebakaran yang Misterius

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Yang Mulia Jaseung, mantan kepala Sangha Jogye yang disegani di Korea Selatan, wafat dalam sebuah kebakaran yang misterius pada Rabu (29/11/2023)

Mantan Kepala Sangha Jogye Korea Wafat dalam Kebakaran yang Misterius
Y.M. Jaseung, mantan kepala Sangha Jogye Korea Selatan.

Kabar duka mengagetkan umat Buddha di Korea Selatan atas kepergian Y.M. Jaseung, yang wafat dalam kebakaran yang terjadi di Vihara Chiljang di Anseong, Provinsi Gyeonggi. Beliau berusia 69 tahun.

Mantan kepala Sangha Jogye tersebut sedang melakukan kunjungan semalam ke Vihara Chiljang di Anseong, Provinsi Gyeonggi, ketika kebakaran terjadi di “yosachae” (tempat tinggal vihara) sekitar pukul 18:50 waktu setempat. Jenazahnya ditemukan setelah api padam tiga jam kemudian. Sangha Jogye secara resmi mengonfirmasi kewafatannya setelah pukul 23.00, di hari yang sama.

Otoritas investigasi, termasuk polisi dan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan, telah meluncurkan penyelidikan pada hari Kamis (30/11), untuk memeriksa kejadian yang menyebabkan wafatnya Y.M. Jaseung dan apakah ada kemungkinan pembakaran atau keterlibatan pihak ketiga.

Polisi mengatakan bahwa mereka akan memindahkan jenazahnya ke Layanan Forensik Nasional untuk memverifikasi identitas dan membandingkan DNA yang diekstraksi dengan barang milik mendiang Y.M. Jaseung dan anggota keluarganya yang ditinggalkan.

Catatan yang diduga ditinggalkan oleh Y.M. Jaseung juga ditemukan di lokasi kejadian, menyatakan: “Tidak perlu melakukan otopsi. Saya telah memutuskan untuk mengubah nasib saya sendiri. Semuanya telah terekam di kamera CCTV, jadi mohon jangan membuat masalah sendiri.” Analisis tulisan tangan tersebut akan dilakukan untuk memastikan apakah dokumen yang dituduhkan tersebut ditulis secara pribadi oleh beliau atau bukan.

“Sunim (Yang Mulia bhiksu) adalah sosok yang sangat besar, jadi kami sedang mencari kemungkinan terjadinya insiden keamanan atau terorisme,” kata seorang pejabat NIS seperti yang dilansir Korea JoongAng Daily, Kamis (30/11).

Misteri wafatnya tokoh Buddhis yang berpengaruh tersebut secara tiba-tiba ini merupakan kejutan bagi kalangan agama di seluruh Korea Selatan karena beliau telah menyatakan komitmen yang kuat untuk menyebarkan ideologi Buddhis hingga saat ini.

Hanya dua hari sebelum kewafatannya, pada hari Senin, Y.M. Jaseung pernah mengatakan kepada wartawan lokal bahwa beliau berencana untuk “mendedikasikan seluruh hasratnya untuk menyebarkan pesan spiritual kepada para mahasiswa selama dekade berikutnya.”

Lahir pada tahun 1954 di Chuncheon, Provinsi Gangwon, Y.M. Jaseung memasuki kehidupan vihara pada usia 19 tahun dan memulai pengabdiannya dengan Sangha Jogye pada tahun 1986.

Beliau menjabat dua periode berturut-turut sebagai kepala sangha terbesar di negara itu dari tahun 2009 hingga 2017. Selama tahun-tahun ini, beliau juga menjabat sebagai ketua di Dewan Pemimpin Agama Korea dari tahun 2011 hingga 2017 dan di Konferensi Korea tentang Agama dan Perdamaian dari tahun 2014. hingga tahun 2017.

Beliau mengunjungi Korea Utara tiga kali pada tahun 2002, 2010 dan 2011 untuk mempromosikan pertukaran aktif Agama Buddha antara kedua Korea. Bahkan setelah masa jabatannya berakhir, Y.M. Jaseung tetap menjadi tokoh terkemuka dalam komunitas Buddhis, memegang pengaruh sebagai bhiksu senior di Vihara Bongeun di selatan Seoul.

Menurut pihak Sangha Jogye, upacara kremasi Y.M. Jaseung akan diadakan pada 3 Desember di ViharaJogye di Seoul setelah berkabung selama berhari-hari.[Bhagavant, 1/12/23, Sum]

Rekomendasikan:

Kategori: Korea Selatan
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: