Atasi Usia Tua Pemuka Agama, Peneliti Universitas Kyoto Gunakan Robot AI
Bhagavant.com,
Kyoto, Jepang – Peneliti di Universitas Kyoto memperkenalkan robot bhiksu humanoid bernama “Buddharoid”.

Inovasi ini dirancang untuk memberikan bimbingan spiritual dan berdialog tentang ajaran Buddha di tengah fenomena penuaan populasi Jepang dan merosotnya jumlah pemuka agama.
Proyek yang dipimpin oleh Seiji Kumagai dari Institute for the Future of Human Society ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung komunitas beragama yang tertekan secara demografis. Meskipun Jepang memiliki lebih dari 75.000 vihara (termasuk cetiya), banyak di antaranya kesulitan mempertahankan staf penuh waktu karena menyusutnya populasi di pedesaan dan beralihnya minat generasi muda ke karier sekuler.
Buddharoid dibekali data dari berbagai kitab suci Buddhis untuk menjawab pertanyaan filosofis maupun personal. Dengan integrasi model bahasa tingkat lanjut, robot ini mampu berbicara, memberi isyarat, berjalan, hingga melakukan gestur anjali. Saat demonstrasi di sebuah vihara, Buddharoid terbukti mampu memberikan jawaban dinamis, bukan sekadar khotbah kaku.
Meski memicu perdebatan etis mengenai otoritas spiritual mesin, tim peneliti menegaskan bahwa Buddharoid bukanlah pengganti bhiksu, melainkan platform riset untuk membantu fungsi rutin vihara di wilayah yang kekurangan tenaga viharawan.[Bhagavant, 28/2/26, Sum]
