Meditasi

Bhikkhu Korsel: BTS akan Mengungguli The Beatles Jika…

Bhagavant.com,
Bihar, India – BTS, grup vokal pria asal Korea Selatan disebut akan bisa mengungguli ketenaran The Beatles jika melakukan satu hal yang sama dengan band rock Inggris tersebut saat mengunjungi India.

Bhikkhu Korsel: BTS akan Mengungguli The Beatles Jika...
Y.M. Buddhapāla. Foto: yna.co.kr

“Jika BTS, yang menjadi idola dunia, menggabungkan meditasi dengan konten budaya mereka, mereka akan mengungguli The Beatles,” kata Y.M. Buddhapāla, kepala Institut Penelitian Sati Internasional India yang mengawasi pembangunan Vihara Bunhwang, vihara pertama Korea Selatan di Bodh Gaya, Bihar, India.

“Jika warga Korea dapat memimpin budaya meditasi, yang disebut bunga kebudayaan, secara global, itu akan menjadi titik balik,” kata Y.M. Buddhapāla dalam konferensi pers di Vihara Bunhwang di Bodh Gaya, India pada Jumat (20/5/2022).

“Setelah The Beatles bermeditasi di India pada tahun 1968, mereka merilis Let it Be, yang menjadi hit terbesar,” katanya melanjutkan.

Pada bulan Februari 1968, The Beatles melakukan perjalanan ke India, untuk mengambil bagian dalam “Panduan Kursus” meditasi tiga bulan di asrama yoga di Rishikesh. Masa waktu mereka di India menandai salah satu periode paling produktif bagi The Beatles, karena menghasilkan banyak lagu, termasuk sebagian besar di album berikutnya.

Y.M. Buddhapāla adalah bhikkhu Korea yang berlatih di Vihara Tongdosa dan Myanmar. Ia telah membangun tempat pelatihan dan memberikan pendidikan kepada anak-anak setempat di Bodh Gaya, di mana Sri Buddha telah mencapai Pencerahan Sempurna,

Di Vihara Bunhwang, yang ia promosikan dengan dukungan Nikaya Jogye, aula utamanya yang disebut Daeungbojeon, akan menjadi pusat vihara, serta pusat pelatihan dan pusat kesehatan masyarakat. Perbedaan mencolok dari vihara biasa adalah bahwa pusat kesehatan bagi penduduk setempat terletak di halaman Vihara Bunhwang.

“Saya pikir India memiliki kesejahteraan dasar yang kuat, tetapi memiliki populasi yang sangat besar dan manfaat dari kesejahteraan itu tidak bekerja dengan baik untuk 20% warga terbawah. Warga ini akan berterima kasih jika mereka dapat menerima bahkan obat ringan sekalipun.” “Masyarakat lokal memiliki harapan yang tinggi,” jelas Y.M. Buddhapāla seperti yang dilansir Yonhap News.

“Saya memulainya sebagai pusat kesehatan masyarakat sekarang, tetapi secara pribadi, saya ingin seperti sekolah kedokteran gratis. Contohnya yang ada di Kuba,” katanya. “Saya bertemu banyak orang dan berbicara di udara.”

Y.M. Buddhapāla memiliki tujuan lainnya dari dibukanya vihara tradisional Korea pertama di India.

Pertama, ia ingin mendukung waktu tinggal ziarah untuk jangka pendek dan jangka panjang dan mendukung para peziarah yang datang dari Korea. Di sekitar Vihara Bunhwang, ada sekitar 250 vihara dari seluruh dunia, termasuk dari Tiongkok, Thailand, dan Myanmar, tetapi tidak ada vihara tradisional Korea.

Ia juga mengatakan bahwa ia ingin mempromosikan Agama Buddha Korea ke dunia melalui Vihara Bunhwang dan membantu memulihkan Agama Buddha India dengan merawat praktisi Buddhis di India.

“Perdana Menteri India Modi menyampaikan pidatonya, ‘Buddha adalah kedamaian,’ selama krisis Ukraina. Para intelektual India telah bekerja keras untuk memulihkan meditasi Buddhis yang telah hilang 900 tahun yang lalu, dan kami memiliki teori dan teknologi untuk pemulihan itu. Kami memutuskan untuk membawa teori dan teknologi ke India.” kata Y.M. Buddhapāla.

Vihara Bunhwang resmi dibuka pada 21 Mei 2022. Bersamaan dengan acara peresmian, juga akan dilakukan peletakan batu pertama puskesmas di kawasan tersebut.

Pada malam upacara peresmian, puja bakti diadakan di dalam Vihara Mahabodhi di Bodh Gaya.[Bhagavant, 31/5/22, Sum]


Kategori: Meditasi
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: