Amerika » Meditasi

Bhikkhu dari Uganda: Meditasi Kesadaran akan Kurangi Kejahatan di Jamaika

Senin, 8 Januari 2018
Y.M. Buddharakkhita (kedua dari kiri) seorang bhikkhu asal Uganda, saat memberikan ceramah tentang meditasi kesadaran di stasiun radio di Jamaika
Y.M. Buddharakkhita (kedua dari kiri) seorang bhikkhu asal Uganda, saat memberikan ceramah tentang meditasi kesadaran di stasiun radio di Jamaika. Foto: Facebook Facebook ubc.ug.org

Bhagavant.com,
Kingston, Jamaika – Meditasi kesadaran penuh dapat mengurangi tingkat konflik dan kejahatan di Jamaika yang telah menyumbang 1.600 pembunuhan sejak awal tahun 2017.

Y.M. Buddharakkhita, seorang bhikkhu asal Uganda dan pendiri Sentra Buddhis Uganda (UBC), menganjurkan warga Jamaika untuk mempraktikkan meditasi kesadaran untuk mengurangi tingkat kejahatan kekerasan di negara kepulauan Karibia tersebut.

“Sekarang ketika Anda bermeditasi, bisa mengubah orang lain, jadi meditasi kesadaran akan mengurangi tingkat konflik dan kejahatan di Jamaika,” kata Bhante Buddharakkhita seperti yang dilansir Observer Jamaika hari terakhir tahun 2017 (31/12/2017).

“Saat satu orang bermeditasi dan jika populasi Jamaika adalah 2,5 juta, itu berarti berkurang kekisruhan satu orang. Jika orang yang satunya lagi ikut bermeditasi itu berarti kekisruhan dua orang, tiga orang, lima orang berkurang. Itu akan memakan waktu lama. Mari kita lihat ini dari sudut pandang praktis. Mungkin butuh waktu 50 tahun, tapi 50 tahun itu sudah ada 50 orang yang tidak bermasalah, jadi itu yang pertama.”

Bhante Buddharakkhita mengungkapkan bahwa jika meditasi diajarkan, terutama di komunitas kota terdalam di Jamaika, maka anggota masyarakat akan belajar bagaimana menaklukkan musuh internal mereka dan membuat “pikiran mereka menjadi teman baik”, maka akan menjadi jauh lebih mudah “pergi ke luar dunia” dan mengubah teman mereka, keluarga mereka, dan orang asing.

Y.M. Buddharakkhita.
Y.M. Buddharakkhita. Foto: jamaicaobserver.com

“Tanpa itu, Anda bisa menghabiskan banyak uang untuk polisi, untuk tentara dengan senjata untuk mencegah kejahatan, (tapi) ini tidak akan sangat efektif. Yang efektif adalah memulai dari dalam dan kemudian kita bekerja di luar,” katanya.

Bhante Buddharakkhita mengatakan bahwa penerapan teknik ini telah berhasil meraih kesuksesan di Washington D.C., di mana tingkat kejahatan menurun dari 50 menjadi 25 persen. Beliau meyakini bahwa hasilnya bisa ditiru di Jamaika.

Lahir di sebuah keluarga Katolik di Uganda pada tahun 1966, Bhante Buddharakkhita, yang bernama lahir Steven Kaboggoza, telah berlatih meditasi sejak tahun 1993. Pada tahun 2002, dia ditahbiskan sebagai bhikkhu tradisi Theravada di Pusat Meditasi Tathagata di San Jose, California.

“Menjadi orang Afrika dan lahir di Afrika dan melihat tradisi Afrika dan dilahirkan sebagai seorang Kristen, seorang Katolik Roma, saya ingin menyerukan kepada saudara dan saudari saya di Jamaika bahwa menjadi seorang Kristen tidak dapat menghalangi Anda untuk berlatih meditasi,” kata Bhante Buddharakkhita.

“Jadi saya menghimbau kepada masyarakat Jamaika bahwa mereka dapat menemukan jalan bagaimana mereka bisa mencari caranya untuk menumbuhkan kedamaian batin sehingga mereka dapat mengatasi penderitaan dan tekanan dan menerjemahkannya ke masyarakat,” katanya.[Bhagavant, 8/1/2018, Sum]

Kata kunci:
Penulis: