KesenianVietnam

Vietnam Resmikan Rupaka Buddha Konagamana

Bhagavant.com,
Tay Ninh, Vietnam – Rupaka Buddha Konagamana di Gunung Ba Den, Tay Ninh, Vietnam resmi dibuka untuk peziarah mulai 1 Januari 2026.

Vietnam Resmikan Rupaka Buddha Konagamana
Foto: sungroup.com.vn

Upacara peresmian dan penempatan rupaka Buddha Konagamana yang merupakan sebagai simbol Buddha Masa Lampau tersebut berlangsung khidmat di puncak Gunung Ba Den, Provinsi Tay Ninh, pada 29 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 450 bhiksu, para viharawan, dan umat Buddha dari berbagai wilayah Vietnam.

Upacara diselenggarakan di bawah naungan Sangha Vietnam dan dipimpin oleh Yang Mulia Thich Thanh Phong, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Sangha Vietnam sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara. Sejumlah tokoh utama Sangha turut memberikan sambutan, antara lain Yang Mulia Vien Minh, Yang Mulia Thich Thien Nhon, dan Yang Mulia Thich Thanh Nhieu, bersama para perwakilan administrasi Sangha dari berbagai provinsi.

Rangkaian peresmian meliputi pembacaan nama-nama Buddha untuk pemberkahan, upacara penyucian, prosesi abhiseka (konsekrasi) dan penempatan rupaka, pembacaan sutra, serta upacara persembahan lentera suci yang dipanjatkan sebagai puja bagi perdamaian dunia dan kesejahteraan semua makhluk.

Rupaka Buddha Konagamana ditempatkan di titik tertinggi puncak Gunung Ba Den. Rupaka setinggi 7,2 meter ini dibuat dari tembaga merah berlapis emas 24 karat, menggambarkan Buddha duduk dalam sikap teratai sempurna di atas singgasana bunga teratai di tengah Danau Udumbara. Tangan kanan membentuk mudra pengajaran, sementara tangan kiri memegang buah udumbara (Ficus racemosa), melambangkan jalan menuju pencerahan di bawah pohon Udumbara.

Di sekeliling rupaka tersebut terdapat Air Terjun Udumbara setinggi 12 meter dengan diameter 50 meter, ditopang 32 pilar emas yang melambangkan 32 tanda utama Buddha. Pancaran cahaya keemasan air terjun yang mengalir menuju Danau Udumbara menciptakan ruang sakral yang melambangkan keberkahan, kemakmuran, dan kebajikan yang menyebar ke alam manusia.

Foto: sunparadiseland.com

Menurut Yang Mulia Thich Thanh Nhieu, sikap duduk rupaka Buddha yang anggun di bawah pohon Udumbara berusia puluhan tahun mengandung makna kemanusiaan yang mendalam, membimbing umat untuk menumbuhkan kehidupan yang damai, seimbang, dan murni secara spiritual. Ia menegaskan bahwa peresmian ini menandai tahapan baru dalam memperkaya nilai-nilai spiritual Gunung Ba Den sebagai jangkar keyakinan bagi masyarakat setempat maupun peziarah dari berbagai daerah.

Gunung Ba Den kini menjadi salah satu lokasi langka di Vietnam yang menempatkan rupaka Buddha Konagamana, Buddha kelima dari Tujuh Buddha Masa Lampau dan Buddha kedua dari Lima Buddha Kalpa Bhadda. Dalam tradisi Buddhis, Buddha Konagamana dikenal sebagai Buddha yang kelahirannya disertai hujan emas, simbol keberuntungan dan kemuliaan.

Catatan bhiksu dan penerjemah Buddhis ternama asal Tiongkok, Y.M. Xuanzang (Tang Sanzang), menyebutkan bahwa relik Buddha Konagamana disemayamkan di sebuah stupa di Nigali Sagar, wilayah Nepal selatan saat ini. Kitab suci Buddhis juga mencatat bahwa Buddha Konagamana mencapai pencerahan di bawah pohon Udumbara, dengan bunga Udumbara yang diyakini hanya mekar setiap 3.000 tahun saat kelahiran seorang Buddha atau Raja Pemutar Roda Dharma.

Bersama rupaka Bothisattva Avalokitesvara yang melambangkan masa kini dan rupaka Bodhisattva Maitreya sebagai masa depan, rupaka Buddha Konagamana melengkapi simbol masa lampau, masa kini, dan masa depan di kawasan suci Gunung Ba Den. Ketiganya merepresentasikan welas asih, kegembiraan, dan kedamaian spiritual.[Bhagavant, 3/1/26, Sum]

Rekomendasikan: