Kanada » Meditasi » Penyembuhan dan Spiritualitas

Polisi Toronto Ini Bagi Pengalaman Manfaat Meditasi Kesadaran Penuh

Kamis, 29 Juni 2017

Bhagavant.com,
Ontario, Kanada – Seorang polisi di Toronto, Kanada, yang telah bergulat dengan stres dan kekerasan, kini membagikan pengalamannya mengenai manfaat dari meditasi kesadaran penuh (mindfulness).

Jon Carson, perwira polisi di Toronto, Kanada, berlatih meditasi kesadaran penuh.
Jon Carson, perwira polisi di Toronto, Kanada, berlatih meditasi kesadaran penuh. Foto: cbc.ca

Minuman beralkohol dan junk food menjadi pelarian yang dilakukan oleh Jon Carson, seorang polisi di Toronto, saat melakukan investigasi kasus pembunuhan yang sangat mengganggu pada tahun 2009.

“Dulu enam pak bir atau enam pak kukis,” katanya seperti yang dilansir CBC News (18/6/2017). “Gula dan alkohol dulu adalah pengalihan yang hebat.”

Carson menderita gangguan stres pascatrauma, akibat dari hal-hal yang dia lihat dalam hampir dua dasawarsa sebagai petugas di Kepolisian Wilayah York. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, ia menemukan sebuah penyokong baru, dan ia bahkan membagikannya dengan para anggota rekrutmen Kepolisian Wilayah York.

Carson mempraktikkan meditasi kesadaran penuh, sebuah teknik meditasi yang memfokuskan kesadaran seseorang pada saat sekarang dengan mengenali sensasi tubuh, pikiran, dan pola pernapasan. Meditasi ini juga disebut meditasi perhatian penuh.

Pada 17 dan 18 Juni 2017 di Toronto, Konferensi Global Buddhisme ke-10 menyoroti manfaat teknik meditasi ini untuk para praktisi pertama kali seperti Carson. Penelitian nampaknya mendukung penggunaan meditasi untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Pada tahun 2013 Carson mulai mempraktikkan meditasi, bukan karena penelitian tersebut tetapi karena saran ahli sarafnya terkait gegar otak yang dialaminya.

Ia merahasiakan praktiknya tersebut selama berbulan-bulan sebelum membeberkannya ke publik. Keinginan untuk berbagi manfaat meditasi kesadaran penuh dalam menangani krisis dan trauma terlalu besar yang akhirnya membuatnya membeberkannya kepada petugas polisi lainnya.

Carson mengatakan bahwa ia mendapatkan beberapa tanggapan negatif tapi keseluruhan pelatihannya tersebut telah diterima dengan baik. Kamp pelatihan meditasi triwulanan yang ia berikan kepada staf polisi Wilayah York selalu memiliki daftar tunggu, katanya.

Para petugas Kepolisian Wilayah Peel, Ontario, Kanada, berlatih meditasi kesadaran penuh. Foto: cbc.ca
Para petugas Kepolisian Wilayah Peel, Ontario, Kanada, berlatih meditasi kesadaran penuh. Foto: cbc.ca

Sekarang Carson melatih semua anggota polisi baru di wilayah York, dengan harapan mereka akan menerapkan teknik kesadaran penuh pada situasi kritis.

Ia mengembangkan pelatihan tersebut, yang disebut metode “C.A.L.M.” bersama dengan psikoterapis Dale Curd, pembawa acara Hello Goodbye di CBC. Pelatihan ini membimbing para petugas untuk mengurangi orang-orang yang gelisah dengan menjaga ketenangan dan mendengarkan orang yang berada dalam krisis.

Saat ini, “keseluruhan pendekatan kita terhadap kesehatan mental sedikit salah,” Carson mengatakan tentang pelatihan polisi secara konvensional. “Saya pikir kita perlu memberi orang-orang keterampilan di awal, sebelum trauma benar-benar terjadi.”

“Kita hanya mengobati segala sesuatu begitu mereka menjadi penyakit. Dalam pikiran saya, itu agak terlambat.”

Sara Lazar, seorang ilmuwan pakar syarat dari Universitas Harvard, telah mempelajari secara ekstensif efek meditasi pada otak.

Pemindaian otak dari penelitiannya pada tahun 2015 menunjukkan bahwa subjek yang bermeditasi setengah jam setiap hari selama delapan minggu mendapatkan materi abu-abu di area utama yang terkait dengan peraturan stres.

Meskipun memperingatkan tidak adanya data tentang polisi dan meditasi, Lazar mengatakan bahwa ia berpikir memungkinkan bahwa meditasi bisa membuat petugas polisi berkurang reaktifnya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa petugas polisi yang menggunakan kesadaran penuh, memungkinkan untuk lebih bisa “cepat dan tenang” menanggapi ancaman dan menghadapi trauma sesudahnya.

Namun meskipun meditasi kesadaran penuh telah mendapatkan dukungan empiris baru-baru ini, “[beberapa] orang masih memiliki gambaran bahwa kesadaran penuh itu berarti duduk di bawah pohon Bodhi,” kata Carson. Karena alasan itulah Carson berhati-hati dalam menjadikan kesadaran penuh sebagai bagian dari pelatihan polisi yang diwajibkan.

“Kami tidak mencoba memaksakannya pada orang-orang. Sulit untuk memberi tahu para petugas polisi bahwa mereka harus melakukan sesuatu, terutama bila harus berbagi emosi,” katanya.

Sebagai gantinya, Carson membimbing dengan memberikan contoh, dengan harapan bisa membangun kepercayaan pada medote orang demi orang yang ia lakukan.

“Kita bisa menciptakan perubahan budaya,” katanya.

Sementara itu Y.M. Bhikkhu Saranapala, salah seorang bhikkhu muda dari komunitas Vihara dan Sentra Buddhis Mississauga, Ontario, dan juga kapelan* Buddhis di Universitas Toronto, mengajar para petugas polisi untuk mengendapkan pikiran mereka sebelum menggerakkannya.

Bhante Saranapala mengatakan dalam situasi hidup dan mati seni “kebaikan” dapat membantu para petugas mendapatkan perspektif dan membuat pilihan untuk menggunakan kekuatan dengan lebih berkesadaran diri.

Bhante Saranapala, yang telah mengajar meditasi dan praktik Buddhis di Mississauga selama 20 tahun, berbicara pada konferensi Buddhisme di Toronto mengenai umpan balik yang positif yang ia terima dari para perwira pasukan di Peel dan Toronto.

Kebaikan mengintegrasikan dua teknik, kata Bhante Saranapala: menjadi sadar dan menjadi lembut terhadap diri sendiri.

“Polisi adalah manusia. Mereka bisa kesal. Mereka bisa marah, atau merasa takut. Semua emosi ini bisa membutakan mereka,” jelas Bhante Saranapala.

“Sebelum mengambil tindakan, jika Anda bisa menarik napas dalam-dalam dan biarkan diri Anda tenang, maka Anda menyadari apakah Anda melakukan hal yang benar atau hal yang salah.”

Momen refleksi diri tersebut bisa membantu polisi “menghindari kekerasan dan pembunuhan yang tidak perlu,” tambahnya.

“Ini tentang kesadaran internal,” Carson menyetujuinya. “Jika kita lebih baik dalam hal itu, kita tidak membuat kesalahan itu.”[Bhagavant, 29/6/17, Sum]

*Kapelan (Inggris: chaplain): agamawan yang bertugas untuk kelompok khusus seperti pada universitas, tentara, penjara.

Kata kunci: , , ,
Penulis: