Australia

Anakan Pohon Bodhi Anuradhapura Dikarantina di Australia

Bhagavant.com,
Canberra, Australia – Departemen Pertanian, Air dan Lingkungan Australia melakukan karantina dan perawatan terhadap anakan Pohon Bodhi dari Anuradhapura, Sri Lanka, sebelum di tanam di Victoria.

Pohon Bodhi Anuradhapura
Anakan Pohon Bodhi yang berharga akan menghabiskan 12 bulan di karantina dan diuji setiap minggu. Foto: Departemen Pertanian, Air dan Lingkungan Australia.

Pohon Bodhi yang berasal dari Maha Vihara Anuradhapura ini dihormati oleh komunitas Buddhis dunia dan merupakan keturunan langsung dari Pohon Bodhi asli dari tempat Sri Buddha memperoleh Pencerahan di Bodh Gaya.

Pohon Bodhi Anuradhapura yang dikenal dengan nama Jaya Sri Maha Bodhi tersebut adalah pohon hidup tertua dengan tanggal penanaman yang diketahui.

Pohon muda itu ditempatkan di karantina Australia selama 12 bulan dan, akan ditanam di Great Stupa of Universal Compassion (Stupa Agung Belas Kasih Universal) di Bendigo, Victoria.

Ketua Great Stupa of Universal Compassion, Ian Green, mengatakan setelah pohon muda itu ditanam, Bendigo akan menjadi tujuan ziarah bagi umat Buddha dari seluruh dunia.

“Memiliki hubungan dengan sejarah itu sangat tidak biasa dan menginspirasi, dan itu menghidupkan seluruh kisah Sri Buddha,” kata Green seperti yang dilansir ABC News, akhir Agustus lalu. “Ada begitu banyak usaha dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pohon ini. Nilainya jauh melebihi uang.”

Pohon itu nantinya akan ditanam di Vihara Bodhi Vhamma Vihara, dan akan menjadi tempat pertama di wilayah Victoria bagi umat Buddha Sri Lanka untuk mempraktikkan puja bakti mereka.

Pohon tertua yang ditanam di dunia

Green mengatakan pentingnya pohon itu bagi komunitas Buddhis sangat besar karena pohon aslinya adalah tempat lahirnya Agama Buddha.

“Setelah melalui seluruh upaya mencoba untuk menemukan makna spiritual untuk hidupnya, Sri Buddha duduk di bawah naungan Pohon Bodhi di India dan tinggal di sana sampai ia memiliki pengalaman ini di mana ia memperoleh Pencerahan – yang berarti Ia memahami jawaban atas pertanyaannya dan, sejak saat itu, Agama Buddha lahir,” katanya.

Jaya Sri Maha Bodhi sendiri ditanam dari anakan yang diturunkan dari Pohon Bodhi asli di mana Sri Buddha mencapai Pencerahan. Anakan Pohon Bodhi asli ini tiba di Sri lanka pada tahun 288 SM, dibawa dari India oleh Y.M. Bhikkhuni Sangamitta, putri dari Kaisar Ashoka. Anakan Pohon Bodhi ditanam pada masa pemerintahan Raja Devanampiyatissa (memerintah 247–207 SM).

Oleh karena itu, Jaya Sri Maha Bodhi menyandang gelar terhormat sebagai pohon tertua dengan catatan sejarah, serta sebagai pohon yang memiliki nenek moyang paling tua dan langsung dari Pohon Bodhi di Bodh Gaya.

“Pohon [Jaya Sri Maha Bodhi] itu masih ada sampai sekarang – benar-benar dijaga dan dirawat oleh ahli botani dan semuanya dilindungi seperti harta yang hidup,” kata Green. “Memiliki keturunan dari pohon tempat Sri Buddha duduk lebih dari 2.000 tahun yang lalu sangat emosional.”

Setahun di karantina

Kepala petugas perlindungan tanaman Australia, Dr Gabrielle Vivien-Smith mengatakan kepada ABC News bahwa otoritas karantina berharap agar anakan Pohon Bodhi itu dilepaskan pada Mei 2022.

“Anakan pohon itu tiba pada bulan Mei tahun ini,” kata Vivien-Smith. “Pohon itu dimaksudkan untuk didampingi oleh umat Buddha [tetapi], sayangnya, [COVID-19] membatasi itu dan anakan pohon itu memiliki sedikit perjalanan yang sulit. Anakan pohon itu tampak seperti tongkat ketika tiba.”

Anakan pohon Bodhi itu akan diuji hama dan penyakit setiap minggu untuk alasan biosekuriti.

“Anakan itu datang sebagai pohon muda yang berakar tanpa tanah,” katanya.

“Kami memperhatikan semua tanaman yang datang ke Australia dengan sangat hati-hati terhadap hama dan penyakit. Ada beberapa hama penting yang harus kita hindari dari Australia, seperti Xylella fastidiosa, yang merupakan ancaman hama tanaman nomor satu di Australia.”

Green mengatakan upacara penanaman akan menjadi “acara sekali seumur hidup” yang harus menunggu sampai pembatasan pandemi mengizinkannya.

“Ini adalah hal yang sangat penting bagi umat Buddha dan komunitas Sri Lanka,” katanya.

“Kami hanya menunggu udara bersih untuk membuat upacara itu signifikan.”

Apakah cuaca di Bendigo cocok untuk Pohon Bodhi?

Green mengatakan salah satu kekhawatiran dengan pohon muda itu adalah memastikannya terlindung dari salju musim dingin Bendigo yang keras.

“Hal tentang pohon fig (ara) khusus ini adalah bahwa pohon ini tidak cocok untuk musim dingin Victoria,” katanya.

“Jadi, kita harus sangat berhati-hati dengan embun beku. Setelah terbentuk dan menjadi sedikit lebih tinggi, maka pohon itu akan ada di atas garis es dan akan dilindungi.”

“Kami sudah melakukan penyesuaian diri di bawah pengawasan langsung. “Pohon itu diperlakukan dengan penuh hormat dan keamanan seolah-olah kembali ke Sri Lanka.”[Bhagavant, 5/9/21, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN