Seremonial » Sri Lanka

Sri Lanka Batalkan Festival Vesak Nasional 2021

Bhagavant.com,
Colombo, Sri Lanka – Pemerintah Sri Lanka membatalkan Festival Vesak Nasional 2021 untuk mencegah penularan wabah Covid-19 yang lebih parah.

Sri Lanka Batalkan Festival Vesak Nasional 2021
Thorana (bangunan puja sementara) umum dibangun warga Sri Lanka menyambut Hari Vesak. Foto: YouTube

Karena situasi pandemi Covid-19 yang merajalela di negara pulau tersebut, Pemerintah Sri Lanka telah meminta umat Buddha di seluruh negara itu untuk merayakan Hari Vesak 2565 EB tahun ini, yang jatuh pada 26 dan 27 Mei 2021 di dalam lindungan rumah mereka masing-masing.

Berbicara kepada The Morning pekan lalu, Sekretaris Kementerian Buddhasasana, Agama dan Kebudayaan Prof. Kapila Gunawardana mengatakan bahwa rencana awal untuk merayakan Festival Vesak Nasional di Vihara Nagadeepa Rajamaha di Jaffna batal karena situasi negara saat ini.

“Kami meminta masyarakat untuk merayakan festival Vesak di rumah, mengingat situasi di negara ini,” kata Prof. Kapila.

Terlepas dari tantangan tersebut, masyarakat masih termotivasi – untuk bekerja dan alasan keuangan – dengan membuat dekorasi Vesak untuk festival tersebut.

“Kami mendapat banyak keluhan dari masyarakat yang membuat dekorasi Vesak untuk festival tersebut. Kali ini sulit bagi mereka untuk menjual dekorasi dan lampion tersebut,” jelas Prof. Kapila.

Festival Vesak tahun lalu juga dirayakan di rumah-rumah setelah jam malam di distrik-distrik berisiko tinggi diperpanjang.

Para pimpinan Saṅgha telah meminta komunitas Buddhis di Sri Lanka untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk tinggal di rumah dan bertindak sesuai dengan Dharma sebanyak mungkin selama hari Waisak Poya yang jatuh besok (26/5/2021).

Para pimpinan Saṅgha itu mengatakan bahwa karena pandemi Covid-19, tidak mungkin merayakan Vesak tahun ini dan juga tahun lalu.

Wakil Ketua Saṅgha Siyam Nikaya Asgiriya Sri Lanka Y.M. Wedaruwe Upali Thera mengatakan, Kali ini juga, kita semua akan berusaha untuk mencerahkan kehidupan dengan menanamkan pengabdian di dalam hati dan mengorbankan prinsip-prinsip.”

Sedangkan Wakil Ketua Saṅgha Siyam Nikaya Malwathu Y.M. Dimbulkumbure Wimaladhamma Thera menyatakan, “Karena pandemi Covid kita tidak dapat melakukan Amisa Puja dan Patipati Puja dengan baik. Tapi kita memiliki kemampuan untuk merayakan festival di rumah dan menghabiskan waktu berharga itu di rumah.”

Sementara itu, pembatasan perjalanan ke seluruh negara itu akan diberlakukan mulai pukul 11 ​​malam pada 21 Mei hingga 4 pagi pada 25 Mei, menurut Kepala Operasi Nasional Pencegahan Wabah Covid-19 dan Panglima Angkatan Darat Jenderal Shavendra Silva.

Pembatasan perjalanan akan diberlakukan lagi mulai pukul 11 ​​malam pada 25 Mei hingga 4 pagi pada 28 Mei. Pembatasan tersebut akan melarang orang meninggalkan rumah mereka, dan hanya mereka yang terlibat dalam layanan penting yang diizinkan di jalan. Pemerintah juga telah mendeklarasikan 24 Mei dan 25 Mei sebagai Hari Libur Khusus Pemerintah.[Bhagavant, 25/5/21, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN