Sangharaja Bangladesh Ke-13 Wafat di Usia 100 Tahun
Bhagavant.com,
Dhaka, Bangladesh – Sangharaja Bangladesh Ke-13, Y.M. Jnanashree Mahathera, wafat di usia 100 tahun pada Kamis (13/11/2025).

Sangharaja yang akrab disapa sebagai Bhante Sangharaja, wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Evercare di Chattogram, Bangladesh.
Sangharaja Bhikkhu Mahasabha Bangladesh (Dewan Sangha Tertinggi Bangladesh – SSCB) mengumumkan wafatnya Y.M. Jnanashree Mahathera di halaman Facebook resminya.
“Matahari yang agung telah terbenam, meninggalkan duka yang mendalam dan rasa hormat yang mendalam,” tulis Y.M. Ratana Nanda, sekretaris kantor SSCB, di media sosial. “Maafkan kami, wahai makhluk agung, Yang Mulia Sangharaja.”
Biografi Singkat Y.M. Jnanashree Mahathera
Lahir pada 18 November 1925 di Desa Domkhali, North Gujra, Distrik Chittagong, Y.M. Jnanashree Mahathera dikenal sebagai tokoh terkemuka dalam komunitas Buddhis. Ia memimpin Vihara Chittagong serta sejumlah vihara lainnya di Bangladesh.
Perjalanannya dalam kehidupan monastik dimulai ketika ia ditahbiskan sebagai samanera pada 1944, lalu menjadi bhikkhu pada 1949. Pada 1956, ia pindah dari Chittagong ke wilayah Chittagong Hill Tracts.
Pengaruh Y.M. Jnanashree Mahathera tak hanya terbatas pada bidang keagamaan. Ia aktif memperjuangkan kemajuan komunitas Buddhis kurang mampu, mendorong pendidikan umum di samping pengajaran agama. Ia mendirikan berbagai institusi keagamaan dan pendidikan, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah Chittagong.
Pada 1981, ia mendirikan Panti Asuhan Buddhis Parbatya Chattal (Chittagong Hill Tracts) di Dighinala, yang kini berada di Distrik Khagrachari. Tiga tahun kemudian, pada 1984, ia membentuk Moanoghar—sebuah organisasi sosial-edukatif di Desa Rangapani, Distrik Rangamati, Chittagong Hill Tracts. Moanoghar mencakup sekolah berasrama yang menawarkan pendidikan umum bagi anak-anak miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan.
Dalam perkembangannya, Moanoghar menjadi salah satu lembaga pendidikan paling berpengaruh bagi anak-anak adat di wilayah Chittagong Hill Tracts, menyediakan pendidikan gratis atau berbiaya sangat rendah bagi anak-anak yatim dan kurang mampu. Y.M. Jnanashree juga mendirikan lembaga pendidikan di Chittagong, Joypurhat, dan Rangpur.
Atas dedikasinya dalam bidang sosial dan keagamaan, Y.M. Jnanashree Mahathera menerima berbagai gelar dan penghargaan. Di antaranya Ekushey Padak—penghargaan negara tertinggi kedua dari pemerintah Bangladesh—gelar Aggamahapandita dari pemerintah Myanmar, serta doktor honoris causa dari Mahachulalongkornrajavidyalaya University, Thailand. Ia juga dianugerahi Medali Emas Bishuddhananda oleh Bangladesh Bauddha Kristi Prachar Sangha dan Medali Emas Perdamaian Sangharaja Saramedha oleh Asosiasi Buddhis Bangladesh.
Y.M. Jnanashree Mahathera menulis sejumlah buku, termasuk Jatakabali (Kisah Bodhisattva) dan Bouddha Nitimala (Tata Hidup Buddhis). Pada 1975, ia turut mendirikan Tripitaka Prachar Board (Dewan Penerbitan Tipitaka) bersama Yang Mulia Sri Pelindung Tertinggi Kedelapan, Y.M. Shilangkar Mahathera.[Bhagavant, 15/11/25, Sum]
