Arkeologi » Pakistan

Ukiran Batu Buddhis Kuno Bersejarah di Pakistan Dirusak

Sabtu, 13 Juni 2020

Bhagavant.com,
Islamabad, Pakistan – Ukiran batu Buddhis kuno bersejarah di area Chilas di Gilgit-Baltistan, Pakistan, dirusak pada akhir bulan lalu, Selasa (26/5/2020).

Ukiran Batu Buddhis Kuno Bersejarah di Pakistan Dirusak
Ukiran Batu Buddhis dari sekitar tahun 800 SM di Chilas di Gilgit-Baltistan, Pakistan, dirusak. Foto: Twitter

Ukiran bersejarah yang tidak bernilai dari sekitar tahun 800 SM tersebut dirusak dengan menggambarkannya dengan cat bendera Pakistan dan slogan “Pakistan” dalam aksara Arab.

Menurut UNESCO, ukiran-ukiran ini, termasuk figur Buddha setinggi 9 kaki, merupakan rujukan terakhir yang bertahan dari Konsili Buddhis Ke-3 versi tradisi Sarvāstivāda. Situs-situs lain seperti di Hunza dan Haldekush juga memiliki lebih banyak ukiran Buddhis ini.

Sebelumnya, ukiran tersebut di bawah ancaman kerusakan dari proyek pembangunan bendungan kerjasama Pakistan-Tiongkok yang sedang berlangsung di lembah yang sama.

Menurut penduduk di daerah itu, vandalisme tersebut mungkin merupakan respons terhadap upaya untuk menghentikan proyek bendungan. Sebuah alasan dan respons yang tidak masuk di akal, mencegah kerusakan dengan merusaknya.

Araib Ali Baig, seorang sejarawan Gilgit Baltistan terkenal, mencuitkan kritikannya kepda otoritas Pakistan di Twitter, “Apakah slogan dan lukisan tersebut telah dibuat pada peradaban Gandhara yang terletak di provinsi Punjab Pakistan dari tiga ribu tahun terakhir sebelum Masehi atau hanya untuk militerisasi peradaban wilayah Gilgit-Baltistan yang disengketakan?”

Ukuran batu Buddhis berusaha dipulihkan setelah dirusak. Foto: sirfnews.com

Media lokal telah mengecam pemerintah Pakistan karena “tampilan barbarisme yang mengerikan di situs seni batu kuno tersebut”.

Hurmat Ali Shah, seorang jurnalis Pakistan mencuitkan, “Kengerian vandalisme ini adalah penghapusan sejarah. Mereka semua adalah orang-orang barbar yang merusak / menghancurkan warisan budaya kita sebagai saluran kita untuk mengetahui cara-cara keberadaan kita yang historis.”

Setelah kritik pedas oleh para sejarawan dan juga media lokal, sebuah agensi melakukan tugas untuk memulihkan ukiran Buddhis tersebut. Apakah ukiran tersebut dapat pulih seperti awal, masih dipertanyakan.

Pakistan yang merupakan negara dengan mayoritas Muslim ini memiliki jejak-jejak Agama Buddha dalam sejarahnya. Ukiran batu berusia beberapa abad tersebut sebagai bukti keberadaan peradaban Agama Buddha di sana. Kemungkinan ukiran tersebut berasal dari tahun-tahun terakhir penyebaran Agama Buddha di sepanjang Jalur Sutra, pertama menuju Tiongkok dan kemudian ke Tibet melalui melewati gunung yang tinggi di Himalaya.

Catatan awal menunjukkan abad ketujuh atau kedelapan sebagai tanggal untuk pengenalan Agama Buddha di daerah ini, yang kemudian menjadi bagian dari kekaisaran Tibet yang lebih besar. Agama Buddha mendominasi wilayah pegunungan yang berpenduduk jarang hingga abad ke-15, ketika Islam datang. Sejak itu, Agama Buddha telah mati di Gilgit-Baltistan, tetapi berlanjut di negara tetangga, Ladakh, yang sekarang menjadi bagian dari India.[Bhagavant, 13/6/20, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN: