Arkeologi » India » Seni dan Budaya

Arca Jejak Kaki Buddha Terbesar Saat Ini di India Selatan Ditemukan

Sabtu, 21 November 2015

Bhagavant.com,
Andhra Pradesh, India – Arca jejak kaki Buddha (Buddhapada) peninggalan abad ke-2 di India Selatan, ditemukan di sebuah situs arkeologi Buddhis yang baru di Distrik Kadapa, Andhra Pradesh, baru-baru ini.

Arca jejak kaki Buddha yang ditemukan di Distrik Kadapa, Andhra Pradesh, India.
Arca jejak kaki Buddha yang ditemukan di Distrik Kadapa, Andhra Pradesh, India. Foto: messagetoeagle.com

Satu setel arca jejak kaki Buddha yang untuk saat ini disebut sebagai yang terbesar di India Selatan, dilaporkan oleh Ramakrishna Reddy, seorang konduktor transportasi dari Perusahaan Transportasi Jalan Negara Bagian Andhra Pradesh (APSRTC), setelah melakukan survei di lokasi tersebut. Penemuan tersebut kemudian diverifikasi dan diberi penanggalan oleh arkeolog Dr. E. Siva Nagi Reddy, CEO Pusat Kebudayaan Vijayawada.

“Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Y. Ramakrishna Reddy dari depot APSRTC Proddatur dan saya, kami melihat keberadaan lepengan Buddhapada terbesar yang sejauh ini ditemukan di seluruh India Selatan di Naganandhini Kona. Ini adalah sebuah situs Buddhis yang baru yang ditemukan terletak tiga km dari Desa Khajipet di Mandal Mydukur, Distrik YSR Kadapa. Situs Buddhis tersebut berasal dari masa Kekaisaran Satavahana dari abad ke-2 Masehi,” kata Dr. Siva seperti yang dilansir Deccan Chronicle, Rabu (11/11/2015).

Setelah diinformasikan oleh penduduk setempat, Ramakrishna Reddy, Siva Nagi Reddy dan seorang teknisi bernama Chandrasekhar Reddy, memeriksa situs tersebut dan melihat keberadaan satu setel arca jejak kaki Buddha yang dihiasi dengan simbol-simbol dari Delapan Tanda Berkah atau Astamanggala (Skt: Aṣṭamaṅgala) yang timbul di dinding kompon kuil Shiva di bukit tersebut.

Ramakrishna Reddy dan temannya dari Hyderabad yang sebelumnya telah mengunjungi kuil Shiva itu diberitahukan oleh penduduk setempat mengenai penggalian yang dilakukan oleh para pemburu harta karun. Mereka menemukan batu bata berukuran besar 30 x 15 x 7 cm dan pondasi-pondasi stupa berbentuk lingkaran bersama dengan serpihan pot.

Permintaan telah dilayangkan kepada Badan Penelitian Arkeologi India (Archaeological Survey of India – ASI) untuk melindungi situs tersebut dan juga kepada pihak kepolisian untuk melindunginya dari para pemburu harta karun.

Kekaisaran Satavahana (230 SM–220) merupakan dinasti kerajaan India yang berlokasi dari Dharanikota hingga Amaravati di Andhra Pradesh serta Junnar (Pune) dan Prathisthan (Paithan) di Maharashtra. Kekaisaran Satavahana berperan dalam menciptakan perdamaian di India, dan menghalau serangan gencar yang datang dari bangsa asing setelah kemunduran Kekaisaran Maurya.[Bhagavant, 21/11/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: