Asia Tenggara » Kamboja » Travel

Buddhis Kamboja Nikmati Angkor Wat yang Minim Turis

Jumat, 19 Juni 2020

Bhagavant.com,
Phnom Penh, Kamboja – Umat Buddhis Kamboja kini sedang menikmati warisan dunia terkenalnya, Angkor Wat, yang saat ini sedang minim kehadiran turis khususnya turis mancanegara.

Buddhis Kamboja Nikmati Angkor Wat yang Minim Turis
Kompleks Candi Angkor Wat. Foto: YouTube

Angkor Wat yang merupakan sebuah gugus bangunan candi yang terletak Provinsi Siem Reap, Kamboja, telah lama menjadi tujuan wisata mancanegara sejak 1990-an. Sekitar dua juta turis dalam setahun mengunjungi candi dari abad ke-12 itu.

Tetapi munculnya wabah COVID-19 di dunia dengan pembatasan untuk bepergian, kunjungan turis asing ke Angkor Wat pun mengalami penurunan.

Pada tahun 2019, lebih dari 2,2 juta turis dengan pemasukan 100 juta dolar AS mengunjungi kompleks Buddhis yang membentang sekitar 208 hektar. Namun, jumlah tahun ini adalah lusinan per hari, sebagian besar terdiri dari ekspatriat asing yang tetap tinggal setelah penutupan global membawa sebuah penghentian hampir semua perjalanan internasional.

Meskipun, turis asing menjadi jarang datang, gajah-gajah dikandangkan dan bisnis lokal terancam bangkrut, tetapi bagi warga Kamboja itu adalah kesempatan untuk merebut kembali warisan mereka tersebut dan menikmatinya.

“Saya melihat candi ini sangat menarik tanpa turis, karena kami biasanya melihat banyak orang di sana dan ketika kami pergi ke sana para pengunjungnya adalah warga asing, bukan benar-benar masyarakat yang memiliki negara ini, tetapi sekarang sangat baik,” kata Sreynath Sarum , seorang pekerja perhotelan dari Phnom Penh, seperti yang dilansir VOA News, Minggu (14/6/2020).

“Dari sudut pandang ekonomi, sangat tragis melihat tidak adanya turis. Kita tahu apa artinya itu bagi ekonomi dan betapa buruknya bisnis, seperti hotel, losmen, restoran, kafe, bar, sungguh seperti kota hantu,” kata penulis dan pembuat film Lonely Planet, Nick Ray.

“Tapi dari perspektif warga Kamboja, sepertinya mereka telah merebut kembali candi-candi itu. Candi ini adalah nenek moyang warga Kamboja, ini adalah warisan Kamboja, ada di benderanya, Angkor adalah simbol spiritual dari sebuah bangsa, dan mereka benar-benar mengingatnya lagi.”

Kamboja sejauh ini telah terhindar dari wabah besar COVID-19. Dengan populasi sekitar 16 juta orang, hanya 128 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan, dan tidak ada kematian. Hal ini menempatkan Kamboja di antara kisah sukses dalam mengurangi penyebaran virus, yang pertama kali dicatat di sana pada awal Maret. Dan karena warga Kamboja menikmati kebebasan dari masalah langsung virus corona, masyarakatnya juga kini menikmati Angkor Wat dan bagian-bagian lain dari warisan Buddhis yang sebelumnya menjadi penuh oleh para turis.[Bhagavant, 19/6/20, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN: