Tiongkok » Travel

Virus Corona Menyebar, Vihara-vihara di Tibet Ditutup

Rabu, 29 Januari 2020

Bhagavant.com,
Tibet, Tiongkok – Semua vihara, situs populer lainnya dan tempat wisata di Tibet telah ditutup untuk umum sejak Senin (27/1/2020) setelah wabah virus corona (2019-nCov) di Wuhan, Tiongkok, merebak.

Virus Corona Menyebar, Vihara-vihara di Tibet Ditutup
Istana Potala, Tibet. Foto: YouTube

Meskipun Daerah Otonomi Tibet sejauh ini tetap bebas dari infeksi, sejumlah kasus infeksi virus corona di wilayah barat Tiongkok, termasuk wilayah yang berpenduduk mayoritas warga Tibet telah dikonfirmasikan terjangkit.

Saat berita ini diturunkan, menurut data resmi dari otoritas kesehatan Tiongkok, infeksi virus corona yang dikonfirmasi di Tiongkok daratan telah mencapai 6.061 kasus, dengan jumlah korban meninggal 132 orang.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah total infeksi virus corona di daratan Tiongkok sekarang melebihi epidemi SARS 2002–03, yang menginfeksi 5.328 orang dan membunuh 349 orang.

Infeksi virus corona secara global sekarang dilaporkan berjumlah 6.145 kasus, dengan sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan di luar Tiongkok, dibandingkan dengan infeksi SARS di seluruh dunia pada 2002-2003 dengan 8.273 kasus dan 775 kematian di seluruh dunia.

Situs-situs yang ditutup di antaranya: Istana Potala yang ikonis yang merupakan kediaman resmi pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama yang berada di bekas ibukota Lhasa; Vihara Jokhang di pusat Lhasa; dan Istana Norbulingka, kediaman musim panas tradisional Dalai Lama.

Pemerintah pusat Tiongkok juga telah memerintahkan semua agen perjalanan untuk menangguhkan penjualan tur domestik dan internasional sebagai bagian dari upaya untuk menahan penyebaran dan penularan virus corona.

Seperti yang dilansir RFA, Selasa (28/1/2020) berdasarkan data dari Universitas John Hopkins, sejauh ini tidak ada kasus virus yang dilaporkan di Daerah Otonomi Tibet, namun infeksi telah dikonfirmasi di provinsi-provinsi Tiongkok yang berpenduduk mayoritas warga Tibet , dengan 24 kasus di Provinsi Gansu, 6 kasus di Qinghai, 108 di Sichuan, 13 di Xinjiang, dan 44 di Yunnan. Infeksi tersebut meliputi tiga kasus yang dilaporkan di Kabupaten Garze di provinsi Sichuan barat, di wilayah tradisional Kham di Tibet.

Salah satu warga Lhasa mengatakan bahwa jalan-jalan di kota Himalaya tersebut hampir kosong.

“Sebagian besar toko teh dan restoran semuanya tutup, dan ada banyak orang yang bertugas untuk mencegah berkumpulnya orang banyak di seluruh Lhasa, dalam upaya untuk mencegah penyebaran infeksi,” katanya seperti yang dilansir oleh RFA.

“Mulai dari 27 Januari, setiap pelancong yang tiba di Lhasa harus tetap di hotel selama 14 hari, dan harus menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh,” kata sumber lain di Lhasa.[Bhagavant, 29/1/20, Sum]

Kata kunci:
Penulis: