Arkeologi » Seni dan Budaya » Tiongkok

Dengan Printer 3D RRT Buat Replika Rupaka Buddha Gua Yungang

Sabtu, 23 Desember 2017

Bhagavant.com,
Shanxi, Tiongkok – Berkat teknologi manufaktur berupa printer 3D, tiga rupaka Buddhis dari Gua Yungang di Provinsi Shanxi, Tiongkok, kini memiliki replika berukuran sama.

Tiga rupaka Buddhis yang asli di Gua Yungang di Provinsi Shanxi, Tiongkok.
Tiga rupaka Buddhis yang asli di Gua Yungang di Provinsi Shanxi, Tiongkok. Foto: Rita Willaert – gbtimes.com

Replika tiga rupaka Buddhis dari Gua No.3 (Gua Lin Yan) berusia 1.500 tahun tersebut kini dipamerkan di geleri seni Gua Yungang di Qingdao.

Pameran yang dibukan pada Sabtu pekan lalu (16/12/2017) menampilkan rupaka Buddha Amitabha setinggi 10 meter dan dua bodhisattva yaitu Avalokiteshvara, and Mahasthamaprapta berukuran 6 meter.

“Sulit dipercaya bahwa mereka diproduksi ulang. Mereka terlihat sangat nyata,” kata Zhang Zhuo, kepala Institut Penelitian Gua Yungang seperti yang dilansir CCTV, Senin (18/12/2017).

Program pembuatan replika dengan printer 3D ini dikerjakan selama dua tahun dan diluncurkan bersama oleh Institut Penelitian Gua Yungang, Qingdao Publishing Group dan Universitas Zhejiang.

Replika rupaka Buddhis Gua Yungang yang dibuat dengan printer 3D
Replika rupaka Buddhis Gua Yungang yang dibuat dengan printer 3D. Foto: China News

Para peneliti membangun model 3D untuk tiga rupaka tersebut, lalu menggunakan printer 3D untuk mereproduksinya. Untuk mencetaknya saja dibutuhkan satu tahun dan 20 mesin printer.

“Warnanya yang pertama kali dicat secara otomatis oleh mesin, lalu seniman dari Yungang menambahkan warna secara detail,” kata Diao Changyu, profesor dari Universitas Zhejiang.

“Sungguh menakjubkan melihat sosok Buddha Yungang. Saya berencana mengunjungi gua tahun depan,” kata Cai Meijiao, seorang pengunjung pameran tersebut.

Gua Buddhis Yungang di Kota Datong memiliki 51.000 seni rupa Buddhis di gua-gua yang membentang sepanjang 1 kilometer di sepanjang tebing. Tempat ini terdaftar sebagai situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 2001.

Menurut Zhang, program reproduksi dua gua lainnya, yang didukung teknologi cetak 3D, sedang berlangsung.[Bhagavant, 23/12/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: