Inggris Raya » Meditasi » Vipassanā

200 Ribu Polisi Inggris dan Wales akan Berlatih Meditasi Berbasis Buddhisme

Sabtu, 9 November 2019

Bhagavant.com,
Wales, Inggris Raya – Pelajaran meditasi berbasis Agama Buddha yang bertujuan mengurangi stres akan tersedia bagi semua 200.000 staf kepolisian di Inggris dan Wales.

Staf polisi Bedfordshire mengambil bagian dalam kelas meditasi. Foto: theguardian.com

Hal tersebut dilakukan setelah sebuah uji coba di seluruh lima angkatan bersenjata menemukan bahwa praktik meditasi tersebut secara rata-rata meningkatkan kesejahteraan, kepuasan hidup, ketahanan dan kinerja kerja.

Lebih dari 600 petugas dan staf di Avon dan Somerset, Bedfordshire, Cambridgeshire, Hertfordshire dan South Wales menghabiskan enam bulan mempraktikkan teknik berkesadaran penuh (mindfulness) – yang berasal dari Agama Buddha – sebagai bagian dari uji coba terkontrol secara acak yang diawasi oleh College of Policing.

Staf tersebut dibagi menjadi dua kelompok, satu menggunakan Headspace, sebuah aplikasi meditasi komersial yang didirikan oleh seorang mantan bhikkhu, dan yang lainnya menggunakan Mindfit Cop, sebuah kursus baru yang berfokus pada polisi. Kedua platform ini sama-sama mengajarkan meditasi berkesadaran.

Kelompok ketiga diminta untuk tidak menggunakan teknik berkesadaran penuh apapun. Para peneliti menemukan bahwa dua kelompok pertama mencatat “perbaikan yang bermakna” dalam kesejahteraan serta kepuasan dan ketahanan hidup, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Namun tidak ada bukti bahwa pelatihan berkesadaran penuh secara online tersebut mengurangi rasa sakit seperti yang diharapkan.

“Penelitian ini telah menghasilkan bukti kuat bahwa pelatihan berkesadaran penuh online dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan polisi,” kata laporan uji coba tersebut yang telah dilansir The Guardian, Selasa (5/11/2019) .

“Sebagai hasilnya, kursus pelatihan online Mindfit Cop telah tersedia secara gratis untuk semua petugas … manfaat kesejahteraan dapat secara wajar diharapkan memiliki efek tidak langsung untuk produktivitas dan kinerja.”

Kesimpulan dari uji coba serupa di antara polisi dan angkatan bersenjata di AS yang menyarankan praktik ini memiliki efek positif. Setidaknya 185 anggota parlemen telah mengambil kursus berkesadaran penuh yang disediakan di Gedung Parlemen dan kursus terapi kognitif berbasis berkesadaran penuh ditentukan pada NHS (pelayanan kesehatan nasional) di beberapa daerah untuk mencegah depresi yang berulang. Menurut analisa dari kesembilan uji coba tersebut, kursus ini mengurangi hampir sepertiga dari kemungkinan kambuh.

Namun tampaknya ada juga kesulitan dengan uji coba di kepolisian tersebut. Beberapa staf mengatakan menyesuaikan latihan dengan jadwal yang sudah sibuk meningkatkan perasaan stres mereka, sementara yang lain mengatakan mereka merasa malu atau mereka merasa bersalah karena mengambil waktu istirahat. Kelompok petugas yang menguji coba teknik-teknik ini juga didominasi oleh perempuan, sebagian karena ada lebih banyak staf administrasi daripada petugas yang terlibat.

Laporan ini merekomendasikan agar pasukan kepolisian mempertimbangkan untuk membuat ketersediaan “ruang sepi” di setiap pos polisi untuk memungkinkan istirahat sejenak dari ruang terbuka. Laporan juga mengatakan bahwa penyelia harus diberi pengarahan tentang manfaat perhatian dan menjelaskan kepada staf bahwa mereka mendapatkan izin untuk melakukan praktik singkat selama waktu kerja.

Praktik meditasi berkesadaran penuh yang modern muncul pada 1970-an ketika profesor Boston Jon Kabat-Zinn memisahkan meditasi dari Agama Buddha untuk menciptakan sistem untuk mengatasi rasa sakit pada pasien yang sakit kronis. Ia kemudian bekerja dengan orang lain untuk mengembangkan kursus terapi kognitif berbasis kesadaran penuh untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Ia telah mendefinisikan berkesadaran penuh sebagai “kesadaran yang muncul dari memperhatikan, dengan sengaja, pada saat ini dan tanpa menghakimi”. Tujuan bermeditasi dan fokus pada nafas adalah untuk menumbuhkan perhatian pada tubuh dan pikiran apa adanya, dari waktu ke waktu, dan dengan demikian membantu mengatasi rasa sakit, baik fisik maupun emosional.

“Hampir 8 juta orang dewasa di Inggris sekarang mungkin telah mencoba praktik berkesadaran penuh, termasuk ribuan pegawai negeri sipil di Whitehall,” kata Jamie Bristow, direktur Mindfulness Initiative dan sekretaris UK Mindfulness All-Party Parliamentary Group.

“Namun, tanpa bukti yang spesifik untuk departemen mereka, mereka sejauh ini tidak dapat mendanai pelatihan yang luas untuk kolega mereka di bagian layanan publik. Penelitian baru tentang berkesadaran dalam kepolisian ini dibangun di atas uji coba yang dilakukan baru-baru ini di bidang kesehatan, pendidikan, keadilan dan pertahanan, sehingga kita akan segera melihat para pekerja garis depan kita diberikan akses yang lebih baik ke inovasi penting ini.”[Bhagavant, 9/11/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: