Inggris Raya

Buddhis Inggris Ajukan Rencana Ubah Benteng Kuno Jadi Vihara

Sabtu, 6 April 2019

Bhagavant.com,
London, Inggris Raya – Sebuah organisasi Buddhis di Inggris berencana mengubah sebuah benteng tua di Kota Plymouth sebagai vihara.

Benteng Austin, Plymouth, Inggris Raya.
Benteng Austin, Plymouth, Inggris Raya. Foto: wikipedia.org

Sebuah benteng tua yang sebelumnya digambarkan oleh polisi sebagai sarang narkoba kemungkinan dapat diubah menjadi vihara besar bagi komunitas Buddhis di Barat Daya dan akomodasi bagi para bhikkhu.

Benteng Austin, di Eggbuckland, kemungkinan bisa menjadi basis baru untuk Thai British Buddhist Trust di Barat Daya dan menjadi tuan rumah acara besar keagamaan.

Sebuah aplikasi perencanaan untuk situs abad ke-19 tersebut diajukan kepada Dewan Kota Plymouth pekan ini oleh Le Page Architects Ltd. Perusahaan tersebut ditugaskan oleh Thai British Buddhist Trust dan Komunitas Buddhis Thailand dari Plymouth pada Maret 2017.

Benteng tersebut diserahkan ke Dewan Kota Plymouth oleh Kementerian Pertahanan pada tahun 1958 dan akhirnya dikosongkan pada bulan April 2017.

Sejak itu, polisi menggambarkan bagaimana anak-anak muda berkumpul di sana dan menggunakan bong untuk merokok ganja dan meninggalkan bukti penggunaan narkoba di sana.

Sekarang, dengan rencana baru ini diharapkan perilaku anti-sosial serta kerusakan terhadap situs tersebut akan terhenti.

Thai British Buddhist Trust telah menyetujui rincian penangguhan sewa dengan dewan kota dan akan mengecualikan rumah jaga benteng serta pertahanan tebing batu, dinding kasemat senjata dan galeri dari rencana tersebut.

Gambar rancangan pembangunan vihara di Benteng Austin, Plymouth, Inggris Raya. Foto: PlymouthLive

Menurut aplikasi tersebut, situs tersebut akan memiliki akomodasi tempat tinggal untuk lima atau lebih bhikkhu, ruang pembacaan paritta, vihara tradisional Thailand yang baru, ruang pertemuan dengan fasilitas WC, ruang pendidikan / sekolah Minggu dengan fasilitas WC, kantor dan ruang penyimpanan.

Bangunan itu juga akan memiliki area pementasan di luar ruangan untuk festival dan acara keagamaan, area penanaman buah dan sayuran, dan sebuah taman untuk vihara baru yang akan dibuka untuk pengunjung.

Aplikasi tersebut juga ingin menambah empat tempat parkir, sehingga totalnya menjadi 25 buah.

Seperti yang dilansir Plymouth Live, Rabu (3/4/2019), rancangan tersebut berbunyi: “Komunitas Thailand di Plymouth dan Barat Daya saat ini menggunakan tempat sewaan kecil di Plymouth. Bangunan itu tidak cukup besar untuk jumlah yang hadir dan terletak di area perumahan tanpa parkir khusus yang menimbulkan masalah.”

“Proyek yang diusulkan ini adalah untuk memfasilitasi perubahan penggunaan di situs tersebut untuk mengakomodasi penggunaan perumahan dan keagamaan yang terbatas di situs tersebut. Proyek ini juga akan mengurangi risiko perilaku anti-sosial bagi penduduk lokal di sekitar benteng, dan mengurangi risiko kerusakan pada struktur bersejarah dan stratigrafi arkeologis dari monumen tersebut.”

Mereka menambahkan: “Setiap hari dalam setahun antara satu dan 20 komunitas Thailand akan menghadiri vihara tersebut untuk melantunkan paritta bersama para bhikkhu.

“Para bhikkhu harus telah diberi persembahan makan siang pada siang hari. Sebuah acara sosial akan menyusul dan umumnya komunitas Thailand akan pulang pada jam 3 sore, kecuali mereka memutuskan untuk tinggal dan membantu para bhikkhu.”

“Telah disepakati dengan Tom Palmer di Dewan Kota Plymouth bahwa Jalan Militer dapat digunakan untuk memarkir sekitar 20 mobil.”

“Akan ada empat acara besar setiap tahun: pada bulan April, Tahun Baru Thailand dengan sekitar 100 peserta, pada bulan Mei: perayaan Hari Vesak Puja dengan sekitar 60-80 peserta, pada bulan Agustus: perayaan Ulang Tahun Ratu Thailand dan Hari Ibu Nasional Thailand dengan sekitar 60-80 peserta dan pada bulan Oktober: Upacara Jubah Kathina untuk para bhikkhu dengan sekitar 60-80 peserta.”

“Selain 4 acara terbesar tiap tahunnya sebagaimana diuraikan di atas, mungkin ada beberapa acara kecil seperti kelas pelantunan paritta atau meditasi. Ini akan terbuka untuk seluruh komunitas.”

“Para bhikkhu juga akan memberikan konseling berkabung (tergantung pada ada atau tidaknya para bhikkhu yang berbahasa Inggris).”

“Tidak akan ada alkohol yang disajikan atau tersedia untuk dibeli kapan pun.”[Bhagavant, 6/4/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: