Bangladesh

Buddhis CHT Bangladesh Protes Kematian Bhikkhu yang Diduga Dibunuh

Rabu, 28 Agustus 2019

Bhagavant.com,
Chittagong, Bangladesh – Ratusan umat Buddhis di Rangamati, Divisi Chittagong, Bangladesh melakukan protes atas kematian seorang bhikkhu yang diduga telah dibunuh.

Buddhis CHT Bangladesh Protes Kematian Bhikkhu yang Diduga Dibunuh
Foto: tangkapan layar Facebook Parbatya Bhikkhu Sangha Bangladesh

Ratusan umat Buddhis dan bhikkhu dari Parbatya Bhikkhu Sangha, sebuah organisasi biksu Buddha dari CHT, komite pusat Bangladesh, membentuk “rantai” manusia di depan kantor wakil komisaris di kota itu pada Selasa (27/8/2019), menuntut penangkapan segera dan hukuman yang setimpal bagi para pembunuh seorang bhikkhu.

Seperti yang dilansir The Daily Star, Rabu (28/8/2019), jenazah Bhikkhu Amrta Nanda, 50 tahun, dari Khagrachhari, ditemukan di bawah jembatan kereta api di Kota Comilla, dini hari pada Minggu (25/8/2019).

Juru bicara aksi tersebut mengatakan bahwa pada hari itu, korban kembali ke Chattogram dari Dhaka dengan kereta api, dan jenazahnya ditemukan di kota Cumilla pada hari yang sama.

Mereka berpendapat para penjahat mungkin telah membunuh bhikkhu tersebut dan membuang jasadnya di sana.

Selanjutnya juru bicara aksi tersebut mengatakan bahwa mereka sangat khawatir dengan kehidupan dan keamanan para bhikkhu di negara ini.

Mereka juga menuntut untuk menghentikan pembunuhan semacam itu dan memastikan keamanan dan perlindungan yang tepat bagi para bhikkhu.

Y.M. Shuvo Darshi Mahathera, sekretaris jenderal Parbatya Bhikkhu Sangha dari komite pusat, dan Bhikkhu Sugata Longkar, hadir dalam aksi tersebut.

Menurut penyelidik awal kepolisian Kotwali, mengatakan bhikkhu tersebut kemungkinan terjatuh dari jembatan tersebut lalu meninggal. Pada tubuhnya ditemukan sejumlah uang, kartu identitas nasional dan paspor.

Namun Parbatya Bhikkhu Sangha mengkritisi jika dikatakan bahwa penemuan barang-barang pada diri korban tersebut sebagai tanda tidak adanya tindak kejahatan.

Divisi Chittagong merupakan kawasan yang memiliki sejumlah umat Buddhis yang cukup besar dibandingkan dengan daerah lainnya di Bangladesh.

Berbagai kasus diskriminasi dan kriminal terhadap etnis minoritas sering terjadi di bagian tenggara negara berpenduduk mayoritas Muslim ini. Bahkan di antara kasus itu melibatkan aparat militer dan pasukan ormas tertentu. Dan pembunuhan terhadap bhikkhu pun bisa dikatakan bukan hal yang jarang terjadi.[Bhagavant, 28/8/19, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: