Asia Tenggara » Thailand

Relikui Sri Buddha dari 13 Negara Hadiri Puja Bakti Pemberkatan Tahun Baru di Thailand

Selasa, 1 Januari 2019

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Para bhikkhu dari 13 negara berkumpul dan memimpin puja bakti pemberkatan Tahun Baru 2019 di Bangkok, Thailand, pada Sabtu (29/12/2018).

Ratusan umat Buddhis melakukan pradaksina mengelilingi relikui dan rupaka Sri Buddha dari 13 negara, Sabtu (29/12/2018)
Ratusan umat Buddhis melakukan pradaksina mengelilingi relikui dan rupaka Sri Buddha dari 13 negara, Sabtu (29/12/2018). Foto: The Nation

Pada puja bakti tersebut ratusan umat Buddhis memberikan penghormatan dengan melakukan pradaksina kepada 13 rupaka dan relikui Sri Buddha yang disemayamkan di Sanam Luang, alun-alun Kerajaan Thailand dari 29 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Tiga belas relikui dan rupaka Sri Buddha tersebut berasal dari 13 negara, yaitu Thailand, Bhutan, Kamboja, Tiongkok, Jepang, Indonesia, India, Laos, Mongolia, Myanmar, Singapore, Sri Lanka dan Vietnam.

Di antara relikui dan rupaka Sri Buddha tersebut berasal dari vihara Thailand di Bodh Gaya, India; Maha Vihara Asgiri dan Maha Vihara Malwathu di Sri Lanka; Vihara Taiktaw Myanmar dan Vijara Phra Kaew Thailand.

Sebelumnya, ketiga belas relikui dan rupaka tersebut dibawa melalui prosesi dari Maha Vihara Saket Ratcha Wora (Wat Saket), Bangkok ke Sanam Luang pada Minggu pukul 17.00 waktu Bangkok.

Dalam prosesi tersebut juga tampak Saṅghapamokkha Saṅgha Theravāda Indonesia, Y.M. Sri Paññāvaro Mahātheta, turut membawa relikui dan rupaka Sri Buddha dari Indonesia.

Acara puja bakti pemberkatan Tahun Baru dihadiri oleh lebih dari 60 bhikkhu dari negara-negara ASEAN dan ratusan dari Thailand dengan melakukan pelantunan paritta di Sanam Luang.

Upacara puja bakti itu sendiri dimulai pada Sabtu sore dengan parade budaya yang penuh warna yang melibatkan sekitar 100 peserta.

Setelah puja bakti selesai pada Selasa (1/1/2019), relikui dan rupaka tersebut akan dipindahkan ke Museum Nasional dan menetap hingga 15 Januari 2019.

Relikui Sri Buddha dalam stupa-stupa disemayamkan di Sanam Luang, Bangkok, Thailand.
Relikui Sri Buddha dalam stupa-stupa disemayamkan di Sanam Luang, Bangkok, Thailand. Foto: The Nation

Upacara puja bakti tersebut merupakan salah satu dari selusin kegiatan budaya yang dijadwalkan untuk Sanam Luang, vihara-vihara dan museum-museum di seluruh Thailand.

Lebih dari 30.000 vihara di Thailand dan 500 vihara Thailand di luar negeri menyelenggarakan puja bakti pada Malam Tahun Baru. Kementerian Kebudayaan Thailand juga menyelenggarakan puja bakti Tahun Baru di Vihara Arun (Wat Arun) pada Malam Tahun Baru.

Museum Nasional Thailand secara terpisah menampilkan sembilan rupaka Buddha terkemuka untuk pemberkatan dari hari Sabtu (29/12/2018) hingga 27 Januari 2019. Penampilan tersebut disandingkan dengan kegiatan di cabang-cabangnya di seluruh Thailand. Museum akan dibuka tanpa biaya masuk pada hari Sabtu hingga Rabu.

Beberapa tahun belakangan ini, melakukan puja bakti di Malam Tahun Baru menjadi tren di Thailand.

“Semakin banyak orang yang menghadiri puja bakti Tahun Baru di Thailand,” kata Kittiphan Phansuwan, kepala Departemen Urusan Agama Kementerian Kebudayaan Thailand, seperti yang dilansir The Nation, Sabtu (29/12/2018).

“Tahun lalu lebih dari 20 juta orang – banyak dari mereka masih muda – berpartisipasi dalam acara yang diadakan di 30.000 vihara di seluruh kerajaan. Kami berharap tahun ini akan ada lebih banyak lagi.”

Kementerian Kebudayaan juga memiliki aplikasi “Puja Tahun Baru” untuk ponsel yang dapat digunakan untuk puja bakti bersama dengan orang lain.

Y.M. Sri Paññāvaro Mahātheta (kedua dari kanan) membawa rupaka Sri Buddha yang akan disemayamkan di Sanam Luang
Y.M. Sri Paññāvaro Mahātheta (kedua dari kanan) membawa rupaka Sri Buddha yang akan disemayamkan di Sanam Luang. Foto: Medkom Sańgha Theravāda Indonesia

“Idenya adalah untuk membantu mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi selama musim perayaan tersebut,” jelasnya.

Kittiphan mengatakan para bhikkhu dan pejabat agama dari seluruh Asia Tenggara, berkumpul di Bangkok, akan membahas rencana untuk acara kerja sama selanjutnya di tahun 2019, termasuk untuk KTT tahunan ASEAN.

“Kami mulai dengan kerja sama di antara negara-negara yang sebagian besar beragama Buddha karena keyakinan kami bersama,” kata Kittiphan. “Tetapi anggota ASEAN lainnya yang didominasi agama lain akan terlibat dalam kegiatan daklam waktu dekat ini.”

“Tujuannya adalah untuk menyoroti keragaman budaya ASEAN di berbagai acara sepanjang tahun depan.”

Thailand akan kembali menjadi tuan rumah konferensi internasional tahunan pada Hari Vesak Puja. Kementerian Kebudayaan Thailand juga merencanakan serangkaian seminar dan lokakarya untuk anggota ASEAN.

“Kami akan fokus pada generasi muda dengan menjadi tuan rumah kamp budaya saat kami dapat berbagi keberagaman kami,” kata Kittiphan.

“Meskipun kita mengikuti agama yang berbeda, kita masih bisa hidup dalam harmoni. “Setiap agama mengajarkan para pengikutnya untuk menjadi baik. Kita berharap menggunakan agama sebagai alat budaya untuk membawa perdamaian ke wilayah kita.”[Bhagavant, 1/1/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: