Korea Selatan » Tokoh

Bhiksu Korea Lakukan Maraton Amal untuk Bangun Toilet di Vietnam

Jumat, 21 September 2018

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Perang Vietnam yang menelan banyak korban 40 tahun yang lalu menjadi salah satu alasan seorang bhiksu Korea Selatan melakukan maraton amal.

Y.M. Bhiksu Jino (kiri) melakukan maraon amal di Vietnam tahun 2012.
Y.M. Bhiksu Jino (kiri) melakukan maraon amal di Vietnam tahun 2012. Foto: Korea Times.

Untuk membantu menyembuhkan luka dalam konflik yang diciptakan antara negaranya dan Vietnam, Y.M. Jino melakukan maraton ribuan mil untuk mengumpulkan dana dan menunjukkan solidaritasnya kepada rakyat Vietnam. Ia mengabdikan hidupnya untuk membantu Vietnam dan untuk meningkatkan kehidupan para migran Vietnam di Korea Selatan.

Hingga saat ini, Y.M. Jino telah menempuh sekitar 15.000 kilometer melintasi Kamboja, Ekuador, Jerman, Nepal, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Vietnam — rata-rata sekitar 50 kilometer per hari — sejak 2011. Dan dalam prosesnya ia telah mengumpulkan sekitar 400 juta won (5 miliar Rupiah).

Y.M. Jino mengekspresikan rasa penyesalan mendalam atas peran militer Korea Selatan dalam Perang Vietnam – termasuk kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Korea terhadap warga sipil Vietnam.

“Ada warga Vietnam [yang tinggal di Korea Selatan] yang berasal dari daerah yang telah menyaksikan kekejaman tentara Korea selama perang. Saya memiliki perasaan yang khusus untuk mereka,” katanya kepada Korea Times, Jumat (7/9/2018).

Untuk mewujudkan usahanya, Y.M. Jino telah bekerja sama dengan Making Dreams Come True, sebuah organisasi swasta yang berbasis di kota Gumi, di Provinsi Gyeongsang Utara, yang memberikan dukungan bagi para pekerja migran di Korea Selatan. Tetapi untuk mencapai tujuannya, Y.M. Jino harus menempuh jarak ekstra — secara harfiah, dengan menjalankan maraton amal sebagai demonstrasi ketulusannya.

“Jika saya tidak berkomitmen untuk berlari dan hanya kata-kata yang keluar dari mulut saya untuk mempromosikan misi amal saya, itu tidak akan membuat para donatur terkesan,” Ven. Jino menekankan.

Making Dreams Come True menjalankan tiga pusat akomodasi bagi anggota komunitas migran yang rentan: satu untuk para pekerja tunawisma tunawisma, satu untuk wanita yang melarikan diri dari suami Korea yang kasar, dan satu untuk ibu tunggal dan anak-anak mereka.

Mengumpulkan 100 won Korea (1300 rupiah) untuk setiap kilometer larinya, prestasi Y.M. Jino termasuk meliputi 300 kilometer di Ekuador dan 300 kilometer dari Kathmandu ke Lumbini di Nepal pada tahun 2016, 330 kilometer dari Angkor Wat ke Phnom Penh di Kamboja pada tahun 2017, dan 330 kilometer dari Kandy ke Matara di Sri Lanka pada tahun 2018.

Rekor terpanjangnya saat ini terjadi di Vietnam dari tahun 2015 hingga 2016, di mana ia menempuh sekitar 2.200 kilometer dalam dua jalur dari Provinsi Cao Bang ke Da Nang, dan dari Ca Mau ke Da Nang.

Hasil yang diperoleh dari lomba amal Y.M. Jino telah mendanai sebuah vihara empat lantai, bangunan tempat tinggal untuk Making Dreams Come True, makanan anggota organisasi, dan bahkan telah menutupi gaji tujuh anggota staf organisasi.

Karena komitmennya tersebut, Y.M. Jino sangat jarang untuk tampil dipublik. Ia menolak untuk menemui umat karena kesibukannya tersebut dan meminta umat untuk menemui bhiksu lainnya.

Toilet yang dibangun dari hasil maraton amal Y.M. Bhiksu Jino.
Toilet yang dibangun dari hasil maraton amal Y.M. Bhiksu Jino. Foto: Korea Time

Bantuan kemanusiaan Y.M. Jino juga meluas ke Vietnam, di mana ia berjanji untuk menangani sanitasi publik terbatas dengan membangun 108 toilet umum di seluruh Vietnam.

Inspirasi untuk inisiatif itu datang setelah ia menjalankan maraton amal 108 kilometer di Vietnam pada Maret 2011 untuk mengumpulkan 5 juta won untuk memberikan bantuan medis bagi Mai Van Toan, seorang pekerja Vietnam di Korea yang telah terluka parah dalam kecelakaan mobil.

Setelah Mai Van Toan menerima perhatian medis yang sangat dibutuhkan di Korea, didanai oleh hasil dari maraton amal, ia bepergian bersama Y.M. Jino ke kampung halamannya di Provinsi Tien Giang, Vietnam. Di sana ia melihat fasilitas toilet dalam kondisi yang buruk.

Toilet umum pertama yang dibangun di Vietnam di bawah prakarsa ini selesai pada tahun 2012 di sekolah tua Mai Van Toan. Empat puluh empat fasilitas serupa sejauh ini telah dibangun, dengan biaya masing-masing 4 juta won.

“Saya harap proyek toilet saya berkontribusi untuk meningkatkan hubungan Korea Selatan-Vietnam yang dirusak oleh kebencian warga Vietnam terhadap Perang Vietnam.”

Meskipun sukses sampai saat ini, Y.M. Jino tetap berkomitmen untuk perjuangannya. Ia berencana untuk menyeberangi benua Amerika Serikat dengan lari sepanjang 5.130 kilometer dari California ke Manhattan selama 120 hari, dimulai pada Juni 2020.[Bhagavant, 21/9/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: