Amerika Serikat

Sekjen PBB Sampaikan Pesan Vesak 2562 EB/2018

Minggu, 13 Mei 2018

Bhagavant.com,
New York, Amerika Serikat – Pernyataan dan pesan Vesak 2562 EB / 2018 disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres untuk Buddhis seluruh dunia.

Seperti dalam rilis pers situs resmi PBB pada Selasa (1/5/2018), Sekjen PBB mengeluarkan pernyataan dan pesan resmi No. SG/SM/19013-OBV/1788 untuk memperingati Hari Vesak 2562 EB/2018.

Berikut pernyataan dan pesan Vesak 2562 EB / 2018 dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, yang menitikberatkan mengenai ajaran Sri Buddha tentang toleransi, empati, dan kemanusiaan.

Saya merasa senang bergabung dengan Anda dalam merayakan Vesak, hari yang sakral bagi jutaan umat Buddhis di seluruh dunia.

Sebagaimana baru saja disebutkan oleh Presiden Majelis Umum, kita memperingati kelahiran, pencerahan dan mangkatnya Sri Buddha. Dan pada kesempatan ini, umat Buddhis dan non-Buddhis dapat merenungkan kehidupan-Nya dan mengambil inspirasi dari ajaran-Nya.

Terlahir sebagai pangeran, Ia muncul di atas kepentingan pribadi dan pergi kepada dunia untuk membantu mengatasi penderitaan manusia. Ajaran-ajaran-Nya didasarkan pada prinsip bahwa belas kasih merupakan pusat pencerahan. Dan dengan demikian, pesan-Nya mengenai pelayanan kepada orang lain lebih relevan dari sebelumnya.

Dunia ini menghadapi banyak tantangan, mulai dari konflik hingga perubahan iklim, dari prasangka hingga ketidaksetaraan yang semakin besar. Kita melihat orang-orang mementingkan diri sendiri. Dan kita melihat krisis solidaritas. Ajaran Sri Buddha dapat menginspirasi kita untuk menjadi warga global. Dan fokus dalam Agama Buddha terhadap martabat hidup yang melekat menemukan resonansinya hari ini di Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Sudut pandang dunia Buddhis mengajarkan kita untuk melihat diri kita sebagai bagian dari dunia ini dan bukan sebagai tuannya. Dan penekanan Agama Buddha pada tanpa kekerasan adalah panggilan yang kuat untuk perdamaian. Dari damai, perubahan iklim, hingga hak asasi manusia, kita melihat betapa banyak ajaran Sri Buddha sangat relevan dalam pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa saat ini.

Sekarang, lebih dari sebelumnya, komunitas Buddhis dan kita semua harus memberikan makna setiap hari terhadap pesan Sri Buddha tentang toleransi, empati dan kemanusiaan. Kita harus melawan mereka yang berusaha memelintir panggilan cinta menjadi seruan kebencian. Dan pada Hari Vesak ini, mari kita perbarui komitmen kita untuk menjembatani perbedaan, perduli bagi yang paling rentan dan benar-benar tidak meninggalkan siapa pun di belakang saat kita menavigasi jalan menuju masa depan yang lebih baik untuk semua.

Terima kasih.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Vesak dirayakan oleh sebagian Buddhis dunia (seperti Sri Lanka, Nepal, India) pada 29 April 2018. Sedangkan Vesak Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 30 April 2018 waktu Amerika Serikat. Dan secara resmi Majelis Umum PBB mengadakan peringatan Vesak pada 1 Mei 2018.

Namun demikian tidak sedikit umat Buddhis yang menolak akhir bulan April tersebut sebagai Hari Vesak. Alih-alih bulan April mereka menetapkan 29 atau 30 Mei 2018 sebagai Hari Vesak 2562.

Seperti diketahui terjadi perbedaan penetapan tanggal Hari Vesak 2562 EB karena adanya Purnama tambahan dalam 1 bulan penanggalan lunar pada tahun ini.[Bhagavant, 13/5/18, Sum]

Kata kunci: , , ,
Penulis: