Arkeologi » Korea Selatan

4 Vihara di Korsel Diajukan sebagai Warisan Dunia UNESCO

Selasa, 8 Mei 2018

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Panel peninjauan awal UNESCO memutuskan untuk merekomendasikan menambahkan 4 vihara Korea Selatan ke daftar warisan budaya dunia pada hari Jumat (4/5/2018).

Salah satu calon situs warisan dunia, Vihara Buseok (Buseoksa) di Yeongju, Chungcheong Selatan.
Salah satu calon situs warisan dunia, Vihara Buseok (Buseoksa) di Yeongju, Chungcheong Selatan. Foto: Reddit

Administrasi Warisan Budaya (CHA) Korea Selatan mengumumkan pada Jumat malam bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi dari Dewan Internasional tentang Monumen dan Situs (Icomos) bahwa empat vihara Korea di antara tujuh yang diajukan Januari lalu telah direkomendasikan ke Pusat Warisan Dunia UNESCO.

Keempat kuil itu adalah Tongdosa di Yangsan, Gyeongsang Selatan; Buseoksa di Yeongju, Chungcheong Selatan; Beopjusa di Boeun, Chungcheong Utara; dan Daeheungsa di Haenam, Jeolla Selatan.

Paviliun bel di Vihara Tongdo (Tongdosa), di Yangsan, Gyeongsang Selatan.
Paviliun bel di Vihara Tongdo (Tongdosa), di Yangsan, Gyeongsang Selatan. Foto: kbs.co.kr

Keempat vihara itu adalah Vihara Tongdo (Tongdosa) di Yangsan, Gyeongsang Selatan; Vihara Buseok (Buseoksa) di Yeongju, Chungcheong Selatan; Vihara Beopju (Beopjusa) di Boeun, Chungcheong Utara; dan Vihara Daeheung (Daeheungsa) di Haenam, Jeolla Selatan.

Pendaftaran situs akan secara resmi dibahas pada pertemuan Komite Antarpemerintahan UNESCO ke-42, yang akan diselenggarakan dari 24 Juni hingga 4 Juli di Bahrain.

Menurut Administrasi Warisan Budaya, Icomos mengakui empat kuil untuk “nilai universal luar biasa” mereka dalam menegakkan tradisi Buddhis Korea sejak abad ke-7. Dan masing-masing vihara dianggap sebagai “vihara yang komprehensif.”

Vihara Beopju (Beopjusa) di Boeun, Chungcheong Utara.
Vihara Beopju (Beopjusa) di Boeun, Chungcheong Utara. Foto: wikimedia

Setiap vihara akan memiliki warisan dan integritasnya yang disahkan oleh UNESCO dan akan membentuk rencana pelestarian dan pengelolaan yang sesuai dengan persyaratan organisasi tersebut, kata CHA seperti yang dilansir Korea Joongang Daily, Senin (7/5/2018).

Sementara itu, Icomos menilai tiga vihara lainnya tidak layak untuk dicantumkan. Alasannya karena Vihara Magok (Magoksa) di Gongju, Chungcheong Selatan, dan Vihara Seonam (Seonamsa) di Suncheon, Jeolla Selatan, tidak memiliki nilai historis. Sementara ukuran Vihara Bongjeong (Bongjeongsa) di Andong, Gyeongsang Utara, relatif lebih kecil daripada vihara yang lain.

Daeheungsa di Haenam, Jeolla Selatan.
Daeheungsa di Haenam, Jeolla Selatan. Foto: wikimapia

Icomos menyarankan CHA agar vihara-vihara itu harus diajukan dengan rencana untuk menangani peningkatan jumlah pengunjung serta rencana pemeliharaan. Icomos juga merekomendasikan agar mereka berkonsultasi dengan Pusat Warisan Dunia UNESCO ketika mereka memutuskan untuk membangun bangunan baru di dalam vihara tersebut.

Meskipun tiga vihara dikeluarkan dari rekomendasi Icomos, CHA mengatakan akan mengirimkan informasi tambahan dengan harapan bahwa seluruh tujuh vihara tersebut dapat dicantumkan dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada bulan Juni.

Pada Komite Antarpemerintah tahun lalu, Jepang berhasil meyakinkan komite tersebut bahwa semua delapan situs yang semula diserahkannya tercantum dalam daftar. Sebelumnya Icomos hanya merekomendasikan empat dari mereka.[Bhagavant, 8/5/18, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: