Asia Timur » Korea Selatan » Seremonial

Menggemaskan, Saat 8 Anak Jadi Samanera Sementara Sambut Vesak 2561 di Seoul

Jumat, 28 April 2017

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Sebanyak delapan anak mencicipi rasanya menjadi seorang samanera sementara dalam rangka menyambut Hari Raya Vesak (Waisak) 2561 EB/2017, di Seoul, Korea Selatan.

Seorang samanera kecil merasa geli saat temannya menggelitiknya dengan bunga lotus artifisial.
Seorang samanera kecil merasa geli saat temannya menggelitiknya dengan bunga lotus artifisial, setelah upacara penahbisan samanera sementara di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan, (19/4/2017). Foto AFP/Getty Images/52hrtt.com

Mengikuti sebuah program pabbajja (Kor: chulga) dari Vihara Jogye yang bertajuk “Penahbisan Samanera Sementara Sekolah Anak Pohon Bodhi”, Bonyeon, Seongyeon, Daseon, Damun, Seonhoe, Cheonghyu, Jeongyeon dan Cheongan dicukur rambutnya oleh para bhiksu pada pekan lalu (19/4/2017).

Layaknya anak-anak berusia antara 5-7 tahun, banyak tingkah pola mereka yang lucu dan menggemaskan saat mengikuti upacara penahbisan (Kor: 수계식 – sugyesig) berupa pencukuran rambut. Ada yang bergairah, tertawa, ada juga yang menangis saat proses pencukuran.

Seorang samanera kecil menangis saat dicukur rambutnya oleh seorang bhiksu di upacara penahbisan samanera sementara di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan
Seorang samanera kecil menangis saat dicukur rambutnya oleh seorang bhiksu di upacara penahbisan samanera sementara di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan, (19/4/2017). Foto AFP/Getty Images/52hrtt.com

Di bawah naungan ratusan lentera warna-warni yang menggantung di halaman Vihara Jogye, dengan mengenakan jubah (Kor: 승복 – seungbok) layaknya para bhiksu dan membawa lentera lotus, anak-anak tersebut melakukan puja bakti. Mereka kemudian akan tinggal di vihara selama 2 minggu.

Beragam ekspresi samanera kecil dari terkejut hingga merasa mengantuk setelah rambut mereka di cukur
Beragam ekspresi samanera kecil dari terkejut hingga merasa mengantuk setelah rambut mereka di cukur dalam upacara penahbisan samanera sementara di Vihara Jogy, Seoul, Korea Selatan, (19/4/2017). Foto AFP/Getty Images/52hrtt.com

Mencukur kepala dan mengenakan jubah merupakan simbol melepaskan kemelekatan dan pengabdian pada kehidupan spiritual yang sederhana. Sedangkan lotus, bunga yang biasa tumbuh di kolam berlumpur menyimbolkan kebijaksanaan yang muncul dan lepas dari kekotoran yang adala dalam kehidupan sehari-hari.

Ratusan lentera lotus menaungi para samanera kecil di halaman Vihara Jogyae, (19/4/2017).
Ratusan lentera lotus menaungi para samanera kecil di halaman Vihara Jogyae, (19/4/2017). Foto: kyongbuk.co.kr

Sehari setelahnya (20/4/2017), mereka mengunjungi Vihara Jogye di Seoul yang merupakan vihara pusat dari Sangha Jogye, untuk bertemu dengan Y.M. Jaseung, Ketua Umum Sangha Jogye Korea Selatan.

Seperti yang dilansir situs Berita Buddhis Bulgyo Sinmun (불교신문) pada Kamis (20/4/2017) anak-anak tersebut memberi Y.M. Jaseung sebuah lukisan yang mereka lukis dengan tulisan tangan mereka sendiri yang bertuliskan “Kami Menyayangimu Bhiksu Ketua Umum” (Kor: 총무원장 스님 사랑해요) dan sebuah pot bunga.

Y.M. Jaseung menyaksikan tingkah pola salah satu samanera kecil saat berkunjung ke Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan (20/4/2017).
Y.M. Jaseung (kanan duduk) menyaksikan tingkah pola salah satu samanera kecil saat berkunjung ke Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan (20/4/2017). Foto: ibulgyo.com

Sebagai balasan Y.M. Jaseung memberi anak-anak kalung puja (tasbih), buku sketsa dan boneka. Ia memanggil mereka dengan sebutan “anak-anak Buddha yang manja”.

Para samanera kecil tersebut berbaris dengan cepat saat mendengar bahwa Y.M. Jaseung akan memberikan kue untuk mereka. Hal ini tentu saja membuat semua yang hadir di tertawa.

Bahkan saat foto bersama, tetap ada tingkah lucu dari salah satu samanera kecil.
Bahkan saat foto bersama, tetap ada tingkah lucu dari salah satu samanera kecil. Foto: ibulgyo.com

Selain kegiatan di vihara, para samanera kecil tersebut juga akan mengikuti parade Festival Lentera Lotus yang diadakan mulai 28 April hingga 30 April 2017 di jalan-jalan Kota Seoul, dalam menyambut Hari Vesak 2561 EB yang jatuh pada 3 Mei 2017.

Program samanera sementara bagi anak-anak di Korea Selatan telah diselenggarakan selama bertahun-tahun oleh Sangha Jogye khususnya dalam menyambut Hari Vesak atau di Korea dikenal sebagai “seogga tansin-il” atau “Hari Lahir Buddha”.[Bhagavant, 28/4/17, Sum]

Kata kunci: ,