Australia » Oseania » Pendidikan » Pilihan

Ini Dia Sekolah Buddhis Pertama di Melbourne, Australia

Selasa, 22 Maret 2016

Bhagavant.com,
Victoria, Australia – Pelajaran akademik dan meditasi menjadi bagian dari sekolah Buddhis pertama di Springvale di pinggir Kota Melbourne, Australia.

Tiga murid dari Sekolah Dasar Hoa Nghiem di Springvale, Melbourne, Australia.
Tiga murid dari Sekolah Dasar Hoa Nghiem di Springvale, Melbourne, Australia. Foto: heraldsun.com.au

Sekolah Dasar Hoa Nghiem (Hoa Nghiem Primary School – HNPS) yang berlokasi di kompleks Vihara Hoa Nghiem Springvale merupakan sekolah Buddhis pertama di Kota Melbourne yang baru dibuka awal tahun ini.

Seperti yang dilansir The Age, Minggu (20/3/2016), para pengurus Vihara Hoa Nghiem menghabiskan 10 tahun untuk mengumpulkan 7 juta dolar Australia (termasuk 600 ribu dolar hibah dari Bandan Urusan Multi-budaya Kewarganegaraan Australia) untuk membangun sebuah sekolah dasar Buddhis di kompleks vihara tersebut.

Gagasan terbentuknya sekolah tersebut adalah untuk menciptakan sebuah sekolah yang akan melayani masyarakat Buddhis etnis Vietnam setempat, sekaligus juga menerima anak-anak non-Buddhis dari berbagai latar belakang.

Y.M. Bhiksu Thich Thien Tam, pendiri dari sekolah tersebut, menyatakan dalam pesannya bahwa Sekolah Dasar Hoa Nghiem didirikan sebagai sebuah lingkungan tempat anak-anak dapat membangkitkan kapasitas mereka untuk menjadi individu yang bijak dan pengasih.

Jacqueline Bosman, kepala sekolah SD tersebut mengungkapkan pihaknya telah bekerja sama dengan sekolah Buddhis lain yaitu Sekolah Dharma Daylesford (Daylesford Dharma School) untuk merancang kurikulum yang memasukkan ajaran-ajaran Buddhis. Sekolah Dharma Daylesford sendiri merupakan sekolah Buddhis pertama di Kota Daylesford, Victoria.

Kurikulum baru yang diterapkan tersebut berfokus pada belas kasih, kelestarian lingkungan, kesejahteraan dan kesadaran penuh.

“Seharusnya tidak terjadi ketegangan antara keunggulan akademik dan keunggulan spiritual atau sosial,” kata Ibu Jacqueline.

Di kelas matematika, misalnya, siswa akan belajar tentang uang dengan membandingkan upah minimum di negara-negara miskin dan kaya, katanya. Siswa akan diminta untuk menyelidiki jenis akomodasi, makanan dan transportasi yang bisa dibeli dengan upah minimum di negara masing-masing.

“Agama Buddha adalah tentang mengembangkan kemampuan untuk mendekati berbagai situasi dengan cara yang terukur dan bijaksana,” kata Ibu Jacqueline. “Ini (Agama Buddha) adalah tentang mengembangkan rasa kewarganegaraan global dalam dunia modern.”

Dua puluh siswa telah terdaftar di sekolah yang menawarkan dua kelas gabungan. Para pengurus sekolah berharap ada 120 siswa yang terdaftar pada 2021.

Banyak orang tua yang memiliki garis keturunan Vietnam mengirim anak-anak mereka ke sekolah tersebut, dan merasa gembira bahwa sekolah tersebut menawarkan bahasa Vietnam sebagai bahasa kedua.

Jumlah masyarakat etnis Vietnam di wilayah Dandenong yang hampir 12.500 orang, menjadi komunitas imigran terbesar di daerah dengan beragam etnis tersebut. Hampir 20 persen dari penduduk Dandenong beragama Buddha.

Min Tan, salah satu orang tua dari etnis Vietnam dari wilayah Noble Park, mengatakan ia memiliki kemampuan bahasa Inggris yang buruk, dan hampir tidak bisa berkomunikasi dengan dua anak sulungnya yang tidak berbicara bahasa Vietnam.

Min Tan, yang merupakan anggota dari Vihara Hoa Nghiem, mengirim putranya yang lebih muda ke sekolah tersebut sehingga ia dapat belajar berbicara bahasa Vietnam, dan “mengenal baik Agama Buddha nantinya”.

Jumlah sekolah Buddhis di Victoria memang kecil, tapi mengalami pertumbuhan. Vihara Quang Minh di Braybrook juga berencana untuk membuka sekolah dasar mereka sendiri pada tahun 2018.

Umat Buddha di Australia merupakan komunitas terbesar kedua setelah Kristen. Berdasarkan sensus oleh Badan Statistik Australia tahun 2011, ada sekitar 2,5 persen penduduk Australia yang beragama Buddha.[Bhagavant, 22/3/16, Sum]

Kata kunci:
Penulis: