Pendidikan

5 Universitas Barat Ikut Jaringan Global Mengkaji Agama Buddha

Rabu, 17 Januari 2018

Bhagavant.com,
California, Amerika Serikat – Lima universitas dan satu institut terkemuka menjadi bagian dari jaringan global untuk mengkaji Agama Buddha dan kebudayaan Asia Timur.

Lima universitas dan satu institut terkemuka ambil bagian dari jaringan global untuk mengkaji Agama Buddha dan kebudayaan Asia Timur.
Lima universitas dan satu institut terkemuka ambil bagian dari jaringan global untuk mengkaji Agama Buddha dan kebudayaan Asia Timur.

Universitas Harvard dan Universitas California Berkeley di Amerika Serikat, Universitas British Columbia dan Universitas McMaster di Kanada, serta Universitas Ghent di Belgia dan Institut Nasional Bahasa dan Peradaban Oriental (INALCO) di Perancis, bergabung dalam Tianzhu Global Network untuk mengkaji Agama Buddha dan kebudayaan Asia Timur.

Tianzhu Global Network sendiri merupakan sebuah jaringan yang didirikan oleh Vihara Liuzu yang berbasis di Provinsi Guangdong, Tiongkok. Nama jaringan ini diambil dari nama mendiang kepala Vihara Liuzu, Y.M. Tianzhu.

Dalam situs Tianzhu Global Network, disebutkan mendiang Y.M. Tianzhu adalah seorang bhiksu Chan terkemuka yang berdedikasi selama 90 tahun dalam menyebarkan kebaikan dan belas kasih di seluruh Tiongkok .

Untuk mendukung jaringan global tersebut dalam mengkaji Agama Buddha dan kebudayaan Asia Timur, Vihara Tianzhu telah mendonasikan dana sebesar 4,9 juta dolar Kanada untuk lima tahun ke depan (2017 – 2022).

“Pembentukan Tianzhu Global Network menandakan kolaborasi internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dari lembaga penelitian tingkat atas,” kata Y.M. Shi Dayuan, kepala Vihara Liuzu seperti yang dilansir UBC News, Selasa pekan lalu. “Kami berharap kemitraan ini akan menyediakan sebuah platform dimana para umat dan peneliti Buddhis di seluruh dunia dapat berkumpul untuk saling memahami dan saling bertukar gagasan.”

Universitas British Columbia (UBC) akan memimpin jaringan global yang juga beranggotakan universitas-universitas di Asia Timur, yaitu Universitas Sun Yat-sen, Universitas Peking, dan Universitas Tionghoa Hong Kong.

“Kami berterima kasih kepada Vihara Liuzu atas sumbangan dermawan ini,” kata Profesor Santa J. Ono, presiden UBC. “Kemitraan akademis seperti ini menciptakan kesempatan untuk mendorong kolaborasi internasional antara berbagai disiplin ilmu seputar kajian Agama Buddha, dan menempatkan UBC sebagai yang terdepan dalam pertukaran ilmiah dalam kajian agama.”

Sebagai pemimpin jaringan global tersebut, UBC akan menyelenggarakan festival budaya Buddhis setiap tahun, serta sebuah konferensi internasional, sebuah pekan kajian Buddhis dan serangkaian ceramah tentang kajian Buddhis.

“Hadiah untuk UC Berkeley ini akan memungkinkan kami untuk secara signifikan memperluas penelitian, pengajaran dan penjangkauan publik kami di bidang Agama Buddha Asia Timur pada umumnya, dan terutama Agama Buddha di Tiongkok,” kata Robert Sharf, Profesor Luar Biasa Studi Buddhis D.H. Chen, sekaligus ketua dari Sentra Studi Buddhis dan direktur Grup Berkeley dalam Studi Buddhis.

“Kami sangat senang bisa bergabung dengan UBC dan empat sekolah lainnya di jaringan tersebut, yang masing-masing terkenal dengan kontribusinya di lapangan,” tambahnya seperti yang dilansir Berkeley News.

Universitas California Berkeley pada musim semi ini rencananya akan mengadakan sebuah konferensi internasional tentang filsafat Buddhis dan lokakarya intensif selama seminggu tentang teks-teks Buddhis Chan (Zen) awal. Selain itu, mahasiswa filsafat Studi Buddhis universitas tersebut akan berpartisipasi dalam proyek penelitian lapangan pada musim panas di Tiongkok, Korea dan Jepang.[Bhagavant, 17/1/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: