India » Pendidikan

India Akan Terjemahkan Tipitaka ke Bahasa Marathi

Jumat, 12 Februari 2016

Bhagavant.com,
Maharashtra, India – Meskipun dalam ketertundaan yang sangat lama akhirnya pemerintah negara bagian Maharashtra, India, memutuskan untuk menerjemahkan kitab suci Buddhis Tipitaka ke dalam bahasa Marathi dalam rangka memperingati ulang tahun ke-125 Dr. Babasaheb Ambedkar, seorang tokoh Buddhis terkemuka di India.

Kitab suci Buddhis
Ilustrasi: Bagian dari kitab suci Buddhis

Pada bulan Agustus 2015, Institut Penelitian dan Pelatihan Babasaheb Ambedkar (Babasaheb Ambedkar Research and Training Institute – BARTI) mengajukan proposal penerjemahan Tipitaka ke kementerian keadilan sosial, yang pada gilirannya mengeluarkan resolusi pemerintah untuk membentuk komite mengenai hal itu pada 13 Januari.

“Ajaran filosofis Buddha Gautama dilestarikan dalam bahasa Pali. Sri Buddha menyampaikan khotbah-khotbah dalam bahasa yang orang umum dapat memahaminya. Mempelajari kepustakaan tersebut membantu Dr. Babasaheb Ambedkar untuk lebih memahami nilai-nilai kesetaraan, kebebasan, persaudaraan dan keadilan sosial – dasar dari prinsip-prinsip pedoman Konstitusi India. Vipassana Dhamma Giri, Igatpuri, telah menerbitkan Tipitaka Pali dan kami akan membantu dari pusat,” jelas direktur jenderal BARTI, D. R. Parihar seperti yang dilaporkan Pune Mirror, Selasa (2/2/2016).

Komite tersebut akan memiliki sembilan anggota, termasuk menteri keadilan sosial, wakil rektor Universitas Savitribai Phule Pune (USPP) dan direktur jenderal BARTI. Gautam Chabukswar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pimpri yang juga anggota komite tersebut, menyatakan kepuasannya bahwa pemerintah akhirnya menyetujui permintaan yang lama tertunda dari para pengikut Ambedkar.

“Dalam sebulan, kami akan menyewa sarjana bahasa Buddhis, bahasa Pali dan Marathi untuk menerjemahkan 140 grantha atau 50.000 halaman Tipitaka. Ini adalah tugas raksasa dan akan memerlukan lima tahun menurut perkiraan dasar. Pemerintah akan memutuskan pendanaan setelah kami menyelesaikan proposalnya,” katanya.

Departemen bahasa Pali di USPP yang merupakan salah satu dari sedikit pusat bahasa dan filsafat Buddhis di negara bagian India tersebut akan memainkan peran utama dalam proyek tersebut. Kepala departemen, Mahesh Devkar, salah satu pakar di komite bentukan pemerintah tersebut mengatakan, “Meskipun tidak ada terjemahan yang lengkap dan berstandar, para sarjana dalam bingkai waktu yang berbeda telah menerjemahkannya (Tipitaka – red) sebagian ke dalam bahasa Marathi.”

“Kitab suci Buddhis dibagi menjadi tiga bagian – Sutta Pitaka, Vinaya Pitaka dan Abhidhamma Pitaka. Sutta Pitaka merupakan pesan untuk masyarakat umum sedangkan Vinaya Pitaka membimbing bhikkhu dalam kehidupan viharawan. Abhidhamma Pitaka adalah sebuah analisis lengkap dari doktrin Buddhis,” katanya menjelaskan mengenai Tipitaka.

Bahasa Marathi sendiri merupakan rumpun bahasa Indo-Arya yang merupakan bahasa yang banyak digunakan di negara bagian Maharashtra, India dan salah satu dari 23 bahasa resmi di India.[Bhagavant, 12/2/16, Sum]

Kata kunci:
Penulis: