India » Kesenian » Seni dan Budaya

Rupaka Buddha Tertinggi Kedua Dibangun di Gujarat

Jumat, 18 September 2015

Bhagavant.com,
Gujarat, India – Sebuah rupaka Buddha dalam posisi duduk segera dibangun di Gujarat, India, setelah pemerintah negara bagian Gujarat mengizinkan pembangunannya di Dev ni Mori dekat Shamlaji, 150 km sebelah utara dari Ahmedabad.

Sebuah ilustrasi penggambaran rupaka Buddha yang dibangun di Gujarat, India
Sebuah ilustrasi penggambaran rupaka Buddha yang dibangun di Gujarat, India. Foto: timesofindia.indiatimes.com

Rupaka Buddha yang dikabarkan setinggi 108 meter tersebut akan menjadi rupaka tertinggi kedua setelah rupaka Buddha Vairocana setinggi 153 meter di Vihara Zhongyuan (Vihara Musim Semi) di Lushan, Henan, Tiongkok dan mengalahkan rupaka Buddha Sakyamuni dalam posisi duduk setinggi 92 meter di Vihara Muang (Wat Muang), Provinsi Ang Thong, Thailand.

Seperti yang dilansir The Times of India, Minggu (13/9/2015), rincian proyek untuk membangun rupaka tersebut dan mengembangkan daerah sekitarnya seluas 40,47 hektar dengan biaya diperkirakan sebesar 105 juta dolar AS, dipresentasikan pada 5 September yang lalu di Bodh Gaya saat “Samvad-Inisiatif Global Hindu-Buddhis” yang diselenggarakan oleh Vivekananda International Foundation, Tokyo Foundation, dan Konfederasi Buddhis Internasional, dan diselenggarakan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pejabat Gujarat Pavitra Yatradham Vikas Board (GPYVB), sebuah badan pariwisata di negara bagian Gujarat, mengatakan pengembangan proyek yang dikabarkan digagas oleh Narendra Modi saat ia menjabat sebagai kepala menteri Gujarat, akan mencakup sebuah stupa, taman, vihara-vihara yang didirikan oleh negara-negara Buddhis lainnya di dunia, ekshibisi, dan perpustakaan. Jepang dan Sri Lanka dikatakan telah menunjukkan minatnya bermitra dalam proyek tersebut.

Rupaka Buddha tersebut dibuat dengan posisi duduk dengan kepala di bawah naungan tujuh kudung Mucalinda, raja naga yang melindungi Buddha Gotama dari hujan saat bermeditasi di minggu ke-6 di bawah pohon mucalinda (Latin: Barringtonia acutangula) setelah Pencerahan Sempurna di bawah Pohon Bodhi, di Bodh Gaya.

Sekretaris GPYVB, Anil Patel, yang mengawasi pengembangan situs-situs keagamaan mengatakan bahwa sementara anggaran untuk proyek tersebut masih harus diselesaikan, sebuah perusahaan arsitektur telah dipilih dan konstruksi kemungkinan akan dimulai dalam setahun. Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu lima tahun untuk selesai. GPYVB telah menandatangani nota kesepahaman dengan Konfederasi Buddhis Internasional untuk pengembangannya.

Dev ni Mori sebagai lokasi yang dipilih merupakan kawasan situs bernilai sejarah Buddhis. Saat digali oleh departemen arkeologi negara pada tahun 1953, di situs tersebut ditemukan sebuah vihara dan stupa dari abad ke-3 Masehi. Penemuan yang paling penting dari situs tersebut adalah sebuah kotak tua berusia 1.700 tahun yang terdapat relik Sri Buddha di dalamnya. Saat ini, kotak itu disimpan di Universitas Maharaja Sayajirao Baroda di Vadodara, dan diperlihatkan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping selama kunjungannya ke Ahmedabad tahun lalu.[Bhagavant, 18/9/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: