Tiongkok

Bhiksu Tiongkok Berkati Porsche Tuai Kontroversi

Bhagavant.com,
Hubei, Tiongkok – Sebuah foto yang menunjukkan dua orang bhiksu di Kota Xiaogan, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah yang sedang melakukan pemberkatan dengan memercikan air pada sebuah mobil sport Porsche pada 6 Agustus 2014, menyebar secara online dan menuai kontroversi dikalangan masyarakat Tiongkok.

Dua orang bhiksu Tiongkok melakukan pembekatan pada sebuah mobil sport Porsche di Hubei, Tiongkok.
Dua orang bhiksu Tiongkok melakukan pembekatan pada sebuah mobil sport Porsche di Hubei, Tiongkok. Foto: Want China Times

Dalam foto tersebut nampak kepala bhiksu diikuti dengan bhiksu lainnya melakukan pemberkatan terhadap mobil sport Porsche milik seorang pengusaha pengembang perangkat lunak (software) yang meminta pemberkatan tersebut agar ia dapat mengendarai mobil tersebut dengan selamat sampai ke tujuan.

Namun berbagai kritik mengatakan bahwa pemberkatan tersebut adalah hal yang sia-sia dan jika pria tersebut ingin menghindari kecelakaan maka ia seharusnya berjalan perlahan-lahan dan berhati-hati daripada mengandalkan para dewa untuk melakukan pekerjaan tersebut untuknya.

Belakangan ini marak di kalangan masyarakat Tiongkok yang melakukan pemberkatan terhadap benda-benda material dan properti mahal. Dan hal ini dimanfaatkan oleh para bhiksu nakal ataupun palsu untuk melakukan pelayanan pemberkatan tersebut dengan uang sebagai imbalannya.

Y. M Bhiksu Miao Xiang, seorang bhiksu terkemuka dari Vihara Dabei, Provinsi Liaoning, mengkritik praktik-praktik dari sejumlah vihara yang meminta uang untuk melakukan sebuah pelayanan pemberkatan tersebut.

“Hal ini benar-benar bertentangan dengan ajaran inti Buddhisme,” kata Bhiksu Miao Xiang, seperti yang dilansir Want China Times, Jumat (15/8/2014).

Anggapan bahwa benda-benda yang telah diberkati oleh para bhiksu atau bhikku akan mendatangan keberuntungan dan perlindungan tidak hanya terjadi di Tiongkok. Praktik-praktik ini juga marak terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Buddhis, seperti di Thailand yang marak dengan jual beli jimat keberuntungan.

Jika umat Buddha meyakini dan menaati nasihat Sang Buddha yang mengatakan bahwa segala kondisi baik dan buruk ditentukan oleh perbuatan (karma) sendiri, maka tentunya untuk keselamatan atau kebahagiaan dirinya, umat Buddha tidak akan mengandalkan benda-benda di luar dirinya meskipun benda-benda tersebut telah diberkati oleh seorang bhiksu atau bhikkhu.[Bhagavant, 21/8/14, Sum]


Kategori: Tiongkok
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: