Asia Oseania » Asia Timur » Seremonial » Tiongkok

Ini Isi Deklarasi Forum Buddhis Dunia Ke-4 di Jiangsu, Tiongkok

Bhagavant.com,
Jiangsu, Tiongkok – Forum Buddhis Dunia Ke-4 (4th World Buddhist Forum) yang telah diselenggarakan di Wuxi, Jiangsu, Tiongkok, pada 24-25 Oktober 2015, menghasilkan sebuah deklarasi bersama.

Forum Buddhis Dunia Ke-4 di ruang konferensi Istana Brahma (梵宫 - Fàn Gōng) Gunung Ling (Ling Shan) di Jiangsu, Tiongkok.
Forum Buddhis Dunia Ke-4 di ruang konferensi Istana Brahma (梵宫 – Fàn Gōng) Gunung Ling (Ling Shan) di Jiangsu, Tiongkok. Foto: wbfls.org – fo.ifeng.com

Lebih dari 1.000 perwakilan umat Buddha termasuk para viharawan dan cendekiawan dari 52 negara menghadiri Forum Buddhis Dunia Ke-4 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Buddhis Tiongkok (Buddhist Association of China – BAC) dan Asosiasi Komunikasi Kebudayaan Keagamaan Tiongkok (China Religious Cultural Communication Association – CRCCA).

Forum yang mengangkat tema: “Aspirasi Bersama, Aksi Bersama – Merangkul Pertukaran dan Saling Belajar” dan ditutup pada hari Minggu (25/10/2015) di ruang konferensi Istana Brahma (梵宫 – Fàn Gōng) Gunung Ling (Ling Shan) di Jiangsu, Tiongkok, menghasilkan deklarasi bersama sebagai berikut (terjemahan bebas – ed):

24 hingga 25 Oktober 2015, kami datang dari 52 negara dan kawasan dari seluruh dunia, lebih dari 1.000 perwakilan Buddhis bertemu di Wuxi, Jiangsu, Tiongkok, menyelenggarakan Forum Buddhis Dunia Keempat. Selama dua hari kami berfokus pada tema “Aspirasi Bersama, Aksi Bersama – Merangkul Pertukaran dan Saling Belajar”, melakukan diskusi mendalam mengenai Buddhisme dan perdamaian, Buddhisme dan kebudayaan, Buddhisme dan derma sosial, pendidikan Buddhis, pembinaan Sangha, ajaran Buddha, kaum muda Buddhis, dan lainnya, saling bertukal pikiran, berbagi pengalaman, mengungkapkan kepedulian, membuat kesepakatan, dan mencapai hasil yang positif.

Sejak merupakan makhluk yang saling bergantungan, manusia pada dasarnya bersimbiosis. Hanya dengan peradaban dunia yang majemuk, hidup berdampingan secara harmonis antara agama-agama yang berbeda, pertukaran (informasi) dan saling belajar, bekerja sama, menyalakan lampu mutualisme, dapat mencapai kedamaian abadi dan kesejahteraan bersama di dunia. Dua ribu enam ratus tahun yang lalu Buddha telah menasihatkan para bhiksu sesepuh melakukan perjalanan jauh ke berbagai daerah untuk menyebarkan ajaran suci, dengan belas kasih membebaskan semua makhluk hidup dari penderitaan, kembali ke jalan moralitas. Cinta kasih Buddha yang bersinar secara global, menghubungkan peradaban dunia yang berbeda-beda merupakan penghubung kebudayaan yang penting bagi masyarakat seluruh negara untuk membangun pertukaran (informasi) yang bersahabat dan menjembatani rasa empati. Untuk alasan ini, kami berinisiatif:

1. Untuk meningkatkan pertukaran kunjungan negara dan kawasan Buddhis, memperdalam pemahaman, meningkatkan persahabatan dalam Dharma, meningkatkan persatuan dan kerja sama di antara umat Buddha di dunia.

2. Untuk meningkatkan studi banding teks-teks Buddhis dalam bahasa yang berbeda, pertukaran penerjemahan, dan bersama-sama meningkatkan penyebaran kitab-kitab Buddhis dengan interpretasi pemikiran modern kepada dunia.

3. Meningkatkan pembinaan komunitas Sangha di berbagai negara dan kawasan Buddhis, saling melakukan pertukaran dan pembelajaran sistem organisasi, memahami secara mendalam setiap tradisi kebudayaan dan sejarah lain, berbagi pengalaman berharga, meningkatkan keharmonisan sangha bhiksu, pemimpin penggerak Dharma.

4. Meningkatkan pertukaran dan kerja sama di bidang pendidikan Buddhis di berbagai negara dan kawasan, pertukaran kunjungan pelajar dan cendekiawan, melanjutkan kerja sama antar institusi Buddhis, pertukaran dosen luar biasa, tenaga kependidikan, dan saling berbagi hasil penelitian dan kegiatan lainnya untuk memajukan dan mengembangkan warisan budaya Buddhis.

5. Untuk meningkatkan saling tukar pengalaman pengajaran Buddhis yang memberikan manfaat di berbagai negara dan kawasan Buddhis, bersama-sama mengeksplorasi peluang cara-cara penyebaran ajaran Buddha dalam konteks era informasi dan globalisasi ke seluruh dunia.

6. Mengembangkan pertukaran dan kerja sama dalam bidang derma sosial di berbagai negara dan kawasan Buddhis, untuk menjalankan badan bantuan bencana lintas batas dan antar daerah, urusan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan, mendorong derma sosial, semangat cinta kasih Buddha untuk menyelamatkan dunia, kesejahteraan semua makhluk, untuk membangun Tanah Suci di Bumi.

7. Melaksanakan kegiatan persahabatan kaum muda di berbagai negara dan kawasan Buddhis, untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan misi, menciptakan dan mengembangkan kondisi bagi kaum muda Buddhis berbakat untuk praktik-praktik internasional dan menyebarkan ajaran Buddha, meneruskan tradisi persahabatan Buddhis, membuka masa depan yang cerah.

8. Mendorong dialog dan kerja sama antara Agama Buddha dengan agama-agama lain, meningkatkan toleransi beragama, pemahaman yang lebih baik satu sama lain dan saling menghormati satu sama lain, bekerja sama antara Agama Buddha dan agama-agama lain dalam derma, seni dan budaya, pelestarian lingkungan, penyelesaian konflik, dan mendorong rekonsiliasi, pemeliharaan dan kesetaraan dalam kerja sama untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat dan meningkatkan nasib manusia.

9. Untuk saling belajar meningkatkan pemaduan Agama Buddha dengan sains dan teknologi modern, menyerap dan menggunakan penemuan baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memperkaya para pelajar Buddhis dengan cara dan sarana yang bermanfaat untuk mengatasi pemasalahan-permasalahn sosial yang disebabkan oleh perkembangan teknologi modern serta menyediakan sumber daya spiritual untuk kemajuan peradaban manusia.

Kami dengan tulus meminta umat Buddha di seluruh dunia untuk menjunjung semangat belas kasih, mewarisi apirasi para bijaksana, menggunakan empat cara spiritual*, menyatukan kekuatan untuk kebaikan, meningkatkan pertukaran budaya dan saling belajar, bekerja sama memberikan kontribusi kebijaksanaan mereka untuk memecahkan masalah dunia dalam menghadapi kelangsungan hidup dan perkembangan manusia, membangun bersama nasib umat manusia.[Bhagavant, 2/11/15, Sum]

*kedermawanan, perkataan yang menyenangkan, perbuatan yang bermanfaat, kesamaan tujuan.

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN