Pendidikan » Singapura

Singapura Segera Buka Kampus untuk Para Bhiksuni

Selasa, 15 April 2014
Y. M. Bhiksu Chuan Cheng (kanan), bersama dengan Y. M. Bhiksu Chuan Guan, di Vihara Kong Meng San Phor Kark See di Bishan, Singapura. Foto: asiaone.com
Y. M. Bhiksu Chuan Cheng (kanan), bersama dengan Y. M. Bhiksu Chuan Guan, di Vihara Kong Meng San Phor Kark See di Bishan, Singapura. Foto: asiaone.com

Bhagavant.com,
Singapura – Kampus untuk para bhiksuni yang pertama kali ada di Singapura akan segera dibuka bagi para pelajar dari seluruh dunia pada bulan September mendatang.

Dimotori oleh Perguruan Tinggi Buddhis Singapura (Buddhist College of Singapore – BCS) yang telah berdiri selama sembilan tahun, kampus tersebut akan mengusung gelar sarjana dan master Agama Buddha di bidang bahasa Inggris dan Mandarin. Program-program yang ada akan bekerja sama dengan Universitas Kelaniya – Universitas Negeri Sri Lanka, dan Universitas Mahachulalongkornrajavidyalaya di Thailand.

Perguruan Tinggi tersebut telah menjalankan programnya di Vihara Kong Meng San Phor Kark See di Bright Hill Road di Bishan, Singapura sejak tahun 2005 dan merupakan satu-satunya institusi di Singapura yang mengusung program-program kesarjanaan purna waktu dalam Buddhisme untuk para viharawan. Sentra tersebut hanya melatih para bhiksu.

Keputusan untuk memperluas program tersebut untuk para siswa perempuan merupakan bagian dari rencana ekspansi perguruan tinggi itu.

Kepala Vihara Kong Meng San Phor Kark See, Y. M. Bhiksu Kwang Sheng, mengatakan, “Kami ingin mengembangkan perguruan tinggi tersebut untuk menerangi dunia melalui pendidikan tentang kebijaksanaan dan belas kasih baik untuk viharawan maupun viharawati.” Demikian yang dilansir Asia One Singapore, Senin (14/4/2014).

Kampus bhiksuni baru tersebut akan menerima 45 siswa setiap dua tahun. Kampus tersebut akan ditempatkan di Vihara Poh Ern Shih di West Coast, Singapura.

Para siswa harus berusia 18 tahun atau lebih dan memiliki ijazah atau sertifikat tingkat A. Biaya sebesar 8.000 dolar Singapura akan ditanggung oleh perguruan tinggi tersebut.

Secara total, biaya perguruan tinggi tersebut sekitar 800.000 dolar Singapura untuk menjalankan program tersebut. Y. M. Bhiksu Chuan Cheng, 42, yang mengajar di BCS, mengatakan bahwa timnya merekrut 16 dosen untuk mengajar mata pelajaran seperti sejarah Agama Buddha dan etika dan filsafat Buddhis.

Sebagian besar siswa diperkirakan datang dari Tiongkok, Singapura, Malaysia, Birma, dan Vietnam. Mereka harus mengambil tes masuk mengenai pengetahuan dasar mereka tentang Agama Buddha serta kemampuan pengetahuan mereka tentang bahasa Inggris dan Mandarin. Sejauh ini, respons terhadap kampus bhiksuni telah baik, kata Y. M. Bhiksu Chuan. Kampus tersebut telah menerima 15 aplikasi dari Tiongkok sejak kampus tersebut mengumumkan rencananya awal tahun ini.

Tiongkok merupakan rumah bagi 30 perguruan tinggi Buddhis tapi Y. M. Bhiksu Chuan mengatakan bahwa potensi yang “berbeda, budaya kosmopolitan” yang dihadapi adalah hal yang menarik banyak orang ke Singapura untuk melanjutkan studi mereka. Lebih dari 100 bhiksu telah melewati pintu BCS .

“Mereka juga akan dapat meningkatkan kemampuan mereka berbahasa Inggris dan memperluas pandangan dunia mereka,” kata Y. M. Bhiksu Chuan.

Sebuah program PhD mungkin diluncurkan lima tahun kemudian. “Begitu kami dapat menunjukkan bahwa kita menghasilkan siswa yang berkualitas,” katanya menambahkan bahwa salah satu rintangan terakhir untuk kampus bhiksuni tersebut adalah untuk mendapatkan izin dari Departemen Tenaga Kerja untuk memberikan kuota yang lebih besar pada perguruan tinggi untuk merekrut guru-guru dari luar negeri.

“Singapura tidak menghasilkan pendidik Buddhis, jadi kami harus mencari di tempat lain, ke tempat-tempat seperti Amerika, Tiongkok dan Sri Lanka,” katanya. “Kami berharap permintaan kami dapat disetujui.”[Bhagavant, 15/4/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis: