Tzu Chi Rayakan HUT Ke-60, Vesak 2570 dan Hari Ibu
Bhagavant.com,
Taipei, Taiwan – Yayasan Buddha Tzu Chi merayakan hari jadinya yang ke-60, Vesak 2570 EB dan Hari Ibu pada Minggu (10/5/2026) dengan rangkaian upacara yang digelar di berbagai belahan dunia.

Puluhan ribu orang menghadiri perayaan secara langsung di Taiwan dan sejumlah negara lain, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring. Momentum ini menandai perjalanan panjang organisasi yang berawal dari langkah sederhana: 30 ibu rumah tangga, uang 50 sen, dan tekad tulus untuk menebarkan welas asih.
Dalam pernyataan resminya, Tzu Chi menyebut gerakan yang dimulai pada 1966 dari kebiasaan menabung 50 sen Taiwan (sekitar US$0,02) per hari oleh 30 ibu rumah tangga kini telah berkembang menjadi misi kemanusiaan berskala global. Memasuki usia 60 tahun, organisasi tersebut kembali menegaskan semangat awal bahwa tindakan kecil penuh kebaikan, jika dilakukan bersama-sama, mampu menyembuhkan dunia.
Tzu Chi juga menyoroti peringatan tahunan yang jatuh setiap Minggu kedua bulan Mei, yang sekaligus memperingati Hari Vesak, Hari Ibu, dan Hari Tzu Chi. Menurut organisasi itu, harapan dan niat damai yang dipanjatkan bersama diyakini dapat menghadirkan penghiburan bagi mereka yang tengah menderita.
Rangkaian acara dimulai sejak fajar di Aula Jing Si, Kabupaten Hualien, pesisir timur Taiwan, kota tempat Y.M. Master Dharma Cheng Yen mendirikan Tzu Chi pada 1966. Upacara pagi dipimpin langsung oleh Master Cheng Yen bersama para viharawan Kediaman Jing Si dan dihadiri relawan dari empat misi utama Tzu Chi, yakni bidang amal, kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis. Bagi anggota Tzu Chi, Hualien dipandang sebagai pusat spiritual organisasi sehingga perayaan di kota tersebut memiliki makna mendalam sebagai simbol “kepulangan”.
Pada Minggu malam, pusat perayaan beralih ke Taipei. Lebih dari 20 ribu orang memadati Chiang Kai-shek Memorial Hall untuk mengikuti seremoni utama ulang tahun ke-60 Tzu Chi.
Acara bertajuk “2026 Buddha’s Birthday Bathing Ceremony and Filial Gratitude Blessing Event” itu dipimpin para guru Dharma dari berbagai tradisi Buddhis, serta dihadiri para bhiksu dan bhiksuni, relawan awam, pejabat pemerintah, hingga diplomat.
Selain memperingati hari lahir Vesak melalui ritual pemandian Buddha, para peserta juga memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana iklim dan konflik bersenjata. Dengan demikian, upacara tersebut tidak hanya menjadi seremoni peringatan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial berbasis welas asih.
Peringatan enam dekade Tzu Chi mencerminkan perjalanan panjang organisasi dalam menggerakkan aksi kemanusiaan dan kerja sukarela di seluruh dunia. Dari awal yang sederhana, Tzu Chi tumbuh menjadi salah satu organisasi kemanusiaan Buddhis terbesar di dunia berkat dukungan relawan, donatur, organisasi mitra, dan keterlibatan masyarakat luas.[Bhagavant, 16/5/26, Sum]
