Indonesia

Rangkaian Vesak 2557 di Vihara Giriloka, Jatimulyo

Jumat, 24 Mei 2013

Buddhisme di IndonesiaBhagavant.com,
Yogyakarta, Indonesia – Terletak di lereng Pegunungan Menoreh, kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kelima vihara yang terdapat di Desa Jatimulyo menjadi pusat peringatan Hari Tisuci Vesak 2557 EB yang jatuh pada 25 Mei 2013.

Vihara Giriloka, vihara yang terletak di Dusun Gunungkelir merupakan vihara yang dapat dikatakan cukup semarak dalam perayaan Vesak. Rangkaian acara perayaan diikuti oleh sekitar 300 umat Buddha dari warga setempat.

“Tahun ini kami mengambil tema Gesang Ayom Ayem Tentrem Kanti Laku Welas Asih Tanpa Winates, yang artinya hidup tenteram damai dengan cinta kasih tanpa batas. Kami pakai bahasa Jawa karena lingkup sini orang Jawa,” kata Ketua Wihara Giriloka, Harsana Siramanu, Kamis (23/5) seperti yang dikutip Suara Merdeka Jumat (24/5).

Salah satu prosesi dalam perayaan Vesak yang menarik di vihara tersebut adalah diadakannya prosesi pengambilan air dari tujuh mata air di wilayah Gunungkelir. Air yang menjadi simbol kesucian tersebut diambil dengan menggunakan kendi dan dibawa dengan cara digendong.

Pengambilan air dimulai dengan puja bakti di vihara, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan umat menuju ke tujuh mata air. Air yang telah berada di dalam gerabah kendi selanjutnya dibawa ke bekas SD Sukamaya II untuk penyelenggaraan amisa-puja (penghormatan dengan persembahan) lengkap dengan lilin, dupa, bunga, buah, dan tumpeng.

“Semua kemudian dikirab, dibelakangnya ada umat-umat yang berpakaian adat Jawa menuju ke vihara,” jelas Kema Dewi Eka Siwi Prihatin sebagai koordinator acara tersebut.

Pengambilan air sebagai simbol kesucian tersebut dilakukan pada Jumat (24/5) mulai pukul 15.00. Prosesi diteruskan pada malam harinya berupa tradisi tirakatan (pelaksanaan sila), sarasehan, serta kenduri tumpengan ubo rampe (sajian) Vesak. Selanjutnya pagi harinya, Sabtu (25/5), dilaksanakan puncak acara berupa puja bakti detik-detik Vesak di vihara yang jatuh pada pukul 11.24.39, kemudian dilanjutkan dengan renungan, dan sungkeman kepada orang tua.

Rangkaian acara masih berlanjut pada hari Minggu (26/5) berupa perayaan Vesak bersama yang disebut dengan dhamma santi. Dalam perayaan ini akan ditampilkan sebuah drama yang bercerita tentang tiga peristiwa Vesak, yang dimulai dari kelahiran Pangeran Siddhattha Gotama, Pencerahan Agung Petapa Gotama, dan Parinibbana Sang Buddha Gotama.[Bhagavant, 24/5/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: