Indonesia » Sains

Hujan Meteor Percantik Angkasa di Hari Vesak 2556

Jumat, 4 Mei 2012

Selamat Hari Tisuci VesakBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Tidak hanya Bulan Super atau Supermoon yang akan muncul, rupanya hujan meteor juga akan mempercantik angkasa saat umat Buddha memperingati Hari Vesak 2556 EB pada 6 Mei 2012.

Hujan meteor Eta Aquarid juga ikut menambah maraknya angkasa pada saat perayaan Tisuci Vesak yang memperingati hari kelahiran Bodhisatta Siddhattha Gotama, Pencapaian Pencerahan Petapa Gotama, dan Parinibbana Buddha Gotama.

Dalam perbincangannya dengan detik.com, Jumat (4/5), Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan, ” “Puncak hujan meteor ini pada tanggal 6 Mei. Pada dini hari terbit di timur, lalu menjelang subuh di arah tenggara.”

Meteor Eta Aquarid melintas di Georgia Utara 29 Aril 2012 . Foto: Space.com
Meteor Eta Aquarid melintas di Georgia Utara 29 Aril 2012 . Foto: Space.com

Hujan meteor Eta Aquarid merupakan sebuah fenomena angkasa tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi sisa-sisa debu komet Halley. Pada saat puncak dari hujan meteor tersebut, akan ada 60 meteor tiap satu jam.

Profesor yang merupakan alumnus Universitas Kyoto, Jepang tersebut menjelaskan bahwa hujan meteor Eta Aquarid muncul dari bintang Eta Aquarid di rasi bintang Aquarius. Fenomena ini terjadi setiap tahun, dari tanggal 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya antara 6 Mei hingga 8 Mei dinihari.

Ia juga menjelaskan bahwa Bumi melintasi debu-debu komet Halley sebanyak dua kali dalam setahun. Lintasan pada April sampai Mei menghasilkan hujan meteor Eta Aquarid, sedangkan jika melintas pada Oktober akan menghasilkan hujan meteor Orionid.

Orionid tidak sebesar Eta Aquarid, hanya sepertiga dari Eta Aquarid,” jelasnya.

Seperti halnya fenomena Supermoon, hujan meteor Eta Aquarid juga hanya dapat disaksikan jika langit tidak berawan dan hujan. Untuk mereka yang tinggal di kota-kota besar dimana cahaya lampu mendominasi suasana di sekitar, maka akan terasa sulit untuk mengamati fenomena hujan meteor ini.

Hadirnya Supermoon dan hujan meteor Eta Aquarid yang memperindah angkasa raya pada Hari Vesak tidak akan menjadi sesuatu yang istimewa dan bermakna jika umat Buddha tidak memperindah batin dengan praktik Dhamma saat dan setelah Vesak berakhir.[Bhagavant, 4/5/12, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: