Seremonial » Sri Lanka

Sri Lanka Selenggarakan Pekan Vesak 2557 EB

Rabu, 22 Mei 2013

Buddhisme di Sri LankaBhagavant.com,
Sri Jayawardenepura Kotte, Sri Lanka – Pemerintah Sri Lanka telah menyatakan bahwa pada tanggal 21 hingga 27 Mei 2013 sebagai Pekan Vesak serta 24 dan 25 Mei 2013 sebagai hari libur Vesak Nasional. Beberapa persiapan telah dilakukan oleh pihak pemerintah maupun masyarakat Sri Lanka untuk merayakan peringatan Tisuci Vesak tahun ini.

Kompleks Lakviru Sevana di Battaramulla, Sri Jayawardenepura Kotte dan area di sekitarnya dekat Danau Diyawanna (Diyawanna Oya, sebuah danau Parlemen) telah dinyatakan sebagai Zona Vesak dari 24 hingga 27 Mei di dalam program yang diselenggarakan atas prakarsa Y. M. Bhikkhu Elle Gunawansa Nayaka Thera, salah satu bhikkhu terkemuka di Sri Lanka yang berfokus pada keperdulian terhadap para prajurit tunadaksa (cacat fisik).

Angkatan Darat, Angkata Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian Sri Lanka serta beberapa lembaga negara dan swasta akan memajang lentera-lentera Vesak untuk menambah warna di Zona Vesak tersebut. Seperti yang dilaporkan oleh Daily News Sri Lanka, Senin (20/5).

Sebuah kegiatan yang mendapatkan sorotan adalah sebuah adegan simulasi penunggangan kuda yang mencoba untuk melompat menyeberangi Danau Diyawanna yang mengingatkan pada Pangeran Siddhattha yang menyeberangi Sungai Anoma dengan menunggangi kuda putihnya, Kanthaka, saat meninggalkan istana-Nya.

Danau Diyawanna akan diterangi dengan bunga-bunga teratai terapung yang dibuat oleh Angkatan Udara, dan sementara itu pertunjukkan pelantunan Vesak Bakthi Gee / Bakthi Geetha (Bakti Gita – lagu puja Vesak) akan disajikan dalam perahu terapung yang disediakan oleh Angkatan Laut.

Sekelompok siswa Daham Pasal (Sekolah Dhamma) dari wilayah tersebut akan melakukan pelantunan Bakthi Gee di bawah sponsor Perusahaan Penyiaran Sri Lanka (Sri Lankan Broadcasting Corporation – SLBC). Dan hampir sekitar 500 orang siswa dari Daham Pasal akan melakukan parade di Zona Vesak dengan menggunakan sepeda.

Dalam Vesak tahun ini pemerintah Sri Lanka mengangkat tema Charatha Dhamme (Perilaku Sesuai Dhamma). Kementerian Dalam Negeri dan Administrasi Negara Sri Lanka mengeluarkan instruksi kepada seluruh Sekretaris Provinsi dan Sekretaris Kabupaten untuk memastikan bahwa tidak akan ada penjualan minuman keras atau daging pada tanggal 24-25 Mei tersebut.

Sementara itu, Sasanarakshaka Bala Mandalaya (yayasan atau lembaga bantuan kesejahteraan – ed) di distrik Kurunegala, provinsi barat laut Sri Lanka, telah menyelenggarakan program Vesak seperti yang telah diinstruksikan oleh Departemen Buddha Sasana dan Agama.

Kegiatan yang diketuai oleh Y. M. Bhikkhu Atamune Gunananda Thera, Yaggapitiya Samobdhi Viharadhipathi Velivehera Pannananda Thera, dan Kurunegala Ethkanda Raja Maha Viharadhipathi Y. M. Dr. Thumbulle Sri Seelakkandha Thera telah mengorganisir upacara keagamaan pada 24-28 Mei 2013.

Menurut Komite Athugala Buduruwa, lebih dari 1.000 upasaka dan upasika akan melaksanakan Attha-sila (Delapan sila) dan berpartisipasi dalam sebuah program meditasi pada hari purnama Vesak di puncak bukit Vihara Athugala Samadhi dan di pusat meditasi Vihara Mahamevna, Uyandana, Kurunegala. Mereka yang menjalankan Attha-sila di sekitar perbatasaan kota Kurunegala akan diberikan makanan sebelum tengah hari dan gilanpasa (makanan dan minuman yang diperkenankan bagi para bhikkhu) oleh para pedagang dari kota dan pinggiran kota Kurunegala.

Semua sekolah Dhamma di sekitar Kurunegala telah mengatur program Bakthi Geetha tingkat dikstrik.

Juga akan ada sebuah kompetisi lentera Vesak di lapangan Udawalpola pada 24-26 Mei dan akan ada dua buah pandal (paviliun keagamaan) di lapangan Malkaduwawa dan Maligapitiya.

Badan Transportasi Ceylon (Ceylon Transport Board – CTB) dan pihak swasta menyediakan fasilitas transportasi khusus untuk para umat yang mengunjungi vihara-vihara seperti di Rupaka Buddha Samadhi Moneragala.

Tidak hanya umat Buddha Sri Lanka yang berpartisipasi dalam kegiatan merayakan Vesak di wilayah tersebut, umat Muslim dan Hindu juga ikut berpartisipasi dalam kesempatan tersebut dengan mendirikan dua dansala (gerai makanan gratis) dengan menawarkan thosai (dosa/dosay – penekuk) di kuil Gettuwana Kotakanda dan di jalan utama kota Kurunegala di depan Masjid.[Bhagavant, 22/5/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis:

REKOMENDASIKAN: