Buddhisme dan Kesehatan » Sri Lanka

Mengatur Menu Makanan Sehat Untuk Para Bhikkhu

Rabu, 5 Desember 2012

Bhagavant.com,
Colombo, Sri Lanka – Telah menjadi suatu peraturan bagi para bhikkhu untuk tidak mempersiapkan ataupun memasak makanan di tempat mereka tinggal. Mereka hanya mendapatkan makanan dari persembahan dana makanan yang diberikan oleh para umat dalam kegiatan pindapata, sebuah kegiatan berkeliling mengumpulkan dana makanan.

Dan telah menjadi peraturan bagi para bhikkhu untuk tidak memilih-pilih makanan yang akan mereka makan dari hasil persembahan para umat perumah tangga dalam kegiatan pindapata tersebut.

Namun, makanan yang dipersembahkan oleh para umat sering kali kurang memenuhi persyaratan makanan sehat sehingga akhirnya berdampak pada kesehatan para bhikkhu.

Prihatin akan masalah makanan yang kurang sehat dari para bhikkhu, atas petunjuk Menteri Kesehatan, Kementerian Kesehatan Sri Lanka telah mempersiapkan sebuah menu makanan yang perlu diikuti para umat Buddhis saat mempersembahkan dana kepada para bhikkhu dalam rangka menyelamatkan mereka dari Penyakit Tidak Menular – PTM (Non-Communicable Disease – NCD).

Seperti yang dilansir Daily Mirror Sri Lanka, Selasa (27/11), sebuah laporan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Kesehatan di Sri Lanka menyatakan bahwa sejumlah besar bhikkhu mengalami PTM, seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

“Karena hubungan ketertarikan yang besar mereka terhadap praktik-praktik keagamaan, sebagian besar umat memberikan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi dan para bhikkhu tidak memiliki pilihan selain mengambil bagian dari makanan-makanan ini sepanjang tahun,“ kata Menteri Kesehatan Maithripala Sirisena kepada Daily Mirror.

“Situasi ini semakin diperparah karena para bhikkhu tidak melakukan kegiatan rekreasi atau olahraga untuk menghilangkan kelebihan berat badan mereka.”

Menteri Kesehatan mengatakan bahwa menu baru sedang disusun berdasarkan petunjuk para ahli medis dan pakar nutrisi. Mereka menyarankan para bhikkhu untuk makan lebih banyak buah, sayuran dan nasi, meminum lebih banyak air dan mengurangi makanan berbahan dasar tepung serta menjaga indeks massa tubuh mereka.

Kementerian juga telah menginstruksikan para petugas kesehatan untuk membuka bangsal khusus bagi para bhikkhu di seluruh rumah sakit.

Saran pemerintah terhadap para bhikkhu untuk memilih makanan tentu saja tidak akan berjalan mulus karena selama ribuan tahun peraturan para bhikkhu melarang para bhikkhu untuk memilih makanan yang mereka dapat.

Salah satu yang mungkin menjadi solusinya adalah menghimbau para umat untuk mempersiapkan makanan yang memenuhi standar nutrisi yang baik sebelum mempersembahkannya kepada para bhikkhu.[Bhagavant, 5/12/12, Sum]

Kata kunci:
Penulis: