Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia » Seremonial

Presiden Hadiri Dharmasanti Waisak 2011

Sabtu, 21 Mei 2011

Buddhisme di IndonesiaBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Dharmasanti Waisak 2555 B.E / 2011 pada Sabtu 21 Mei 2011, di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hadir dalam Dharmasanti Waisak 2555 B.E / 2011 tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara, Ibu Ani Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Prof. Dr. Boediono beserta Ibu Herawati Boediono, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan pejabat tinggi negara, antara lain, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan juga dihadiri oleh tamu undangan lainnya baik dari dalam maupun luar negeri.

Kehadiran Presiden SBY ini merupakan jawaban atas undangan dari Walubi yang telah disampaikan secara langung oleh jajaran panitia Waisak Walubi pada Jumat 13 Mei, di Kantor Presiden, Jakarta.

Presiden tiba ditempat berlangsungnya acara tersebut sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengenakan baju batik bercorak warna ungu.

“Atas nama negara dan pemerintah serta selaku pribadi, saya ingin menyampaikan selamat Waisak disertai salam hormat dan salam bahagia kepada segenap umat Buddha di seluruh Indonesia, ” demikian ucapan selamat Presiden SBY di awal sambutannya.

“Kebahagiaan dan kedamaian akan tercipta jika kita menjauhkan diri dari kebencian, kecemasan, dan ketakutan. Kebahagiaan dan kedamaian akan terbangun dengan menumbuhsuburkan kasih sayang, toleransi dan persaudaraan. Kebahagiaan akan dapat dinikmati dengan kesucian rohani,” pesan Presiden yang dikaitkan dengan tema Dharmasanti Waisak yang diusung Walubi kali ini yaitu: “Mencari Kebahagiaan dan Kedamaian dari Dalam Diri Sendiri.”

Presiden SBY menyampaikan bahwa dalam gerak kehidupan kita, kebahagiaan dan kedamaian merupakan sumber kekuatan yang mampu menghasilkan energi positif menuju kehidupan bangsa yang sejahtera, aman, tenteram dan damai.

“Saudara-saudara, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Waisak tahun ini sekali lagi saya mengajak segenap umat Buddha di seluruh tanah air untuk meneladani nilai-nilai universal dari Dharma yang diajarkan  Sang Buddha,” ajak Presiden.

Presiden juga mengajak para pemuka agama untuk mengedepankan kearifan, kewibawaan, dan kemuliaan dalam menghadapi berbagai persoalan. Beliau juga sungguh berharap kepada para tokoh agama dapat memainkan peran utama untuk memberikan pencerahan, pencerdasan dan keteladanan kepada umatnya.

“Sungguh mulia adanya jika para pemuka agama senantiasa memberikan pernyataan yang menentramkan, mendamaikan, dan memberikan motivasi kepada umatnya untuk terus bersikap optimis dan berpikir positif seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita,” harap Presiden SBY.

Sama seperti tahun lalu, Dharmasanti Waisak 2011 dibawah naungan Walubi kali ini juga diisi dengan kesenian sendratari The Life of The Buddha dengan judul: “Mencari Kebahagiaan dan Kedamaian dari Dalam Diri Sendiri.”

Sesuai dengan judulnya, sendratari tersebut mengisahkan secara singkat riwayat hidup Buddha Gautama dari kelahiranNya sebagai Pangeran Siddhartha, Pencerahan, dan Parinibbana.

Salah satu fragmen yang mungkin cukup menggelitik bagi para hadirin pada sendratari tersebut adalah ditampilkannya para penari dengan musik latar instrumental lagu “Chaiyya Chaiyya”, sebuah lagu India yang pernah dinyanyikan secara lip-sing oleh Briptu Norman Kamaru, seorang polisi dari Gorontalo, yang sempat menjadi buah bibir bulan lalu.

Dharmasanti Waisak 2555 B.E / 2011 ditutup dengan pemberian bunga tangan oleh Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono kepada perwakilan para artis pendukung sendratari yaitu Djoko SS sebagai pinata tari dan Haryati Abelam sebagai sutradara. Kemudian foto bersama artis pendukung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, beserta Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati.[Bhagavant, 21/5/11, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: