Asia Oseania » Asia Tenggara » Seremonial » Thailand » Tokoh

Prosesi Kremasi Jasad Ajahn Maha Bua

Minggu, 6 Maret 2011

Ajahn Maha Boowa (1913-2011)Bhagavant.com,
Udon Thani, Thailand – Sekitar sejuta orang mengikuti upacara kremasi jasad Yang Mulia Ajahn Maha Boowa Nannasampanno (Luang Ta Maha Bua), Sabtu siang (5/3) di area di sekitar Vihara Hutan Pa Ban Tat, Udon Thani, Thailand.

Sekitar pukul 13.00 waktu setempat (sama dengan WIB – red), upacara kremasi dimulai dengan pembacaan paritta oleh para bhikkhu senior dan persembahan dana. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah Dhamma pada pukul 15.00.

Keluarga kerajaan Thailand yang terdiri dari Yang Mulia Ratu Sirikit dan Yang Mulia Putri Chulabhorn Walailak beserta putri bungsunya, Putri Adityadhornkitikhun, tiba di lokasi kremasi pada sekitar pukul 17.00.

Padatnya umat di Vihara Pa Ban Tat
Padatnya umat di sekitar Vihara Pa Ban Tat. Foto: Bangkok post

Suasana yang riuh-rendah menjadi sedikit tenang saat Yang Mulia Ratu Sirikit memulai proses kremasi. Ratu Sirikit (79) menuju krematorium dan memberikan persembahan 10 set jubah bhikkhu, meletakkan kayu cendana, bunga, dan menyalakan kayu bakar kremasi hanya sebagai simbol kremasi. Kemudian giliran Putri Chulabhorn dan para bhikkhu senior dan diikuti oleh para pejabat pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.

Para umat yang dengan sabar menunggu giliran mereka, bergerak maju baris demi baris, dan menempatkan kayu cendana, bunga, serta kayu bakar di sekitar krematorium sebelum tungku kremasi dinyalakan.

Ratu Sirikit mempersembahkan jubah bhikkhu
Ratu Sirikit mempersembahkan jubah. Foto: Bangkok Post
Proses kremasi jasad Luang ta Maha Bua dimulai
Proses kremasi dimulai pada sore hari. Foto: Bangkok Post

Kremasi jasad Luang Ta Maha Bua sendiri baru dimulai pada pukul 18.00, tidak lama setelah Ratu Sirikit meninggalkan tempat upacara.

Jutaan orang diperkirakan mengikuti proses kremasi tersebut, baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui media-media elektronik seperti televisi, radio dan internet.

Setelah api menyala, beberapa orang tetap berada di sekitar vihara untuk melihat api yang membakar peti jenasah. Banyak yang tinggal dan terjaga sepanjang malam dan akan mengikuti pindapatta dan upacara pengumpulan abu sisa kremasi yang diadakan pada tengah malam, hari ini.

Api membakar peti jenasah yang berisi jasad Ajahn Maha Bua
Api yang membakar jasad Ajahn Maha Bua. Foto: Bangkok Post
Hari menjelang malam saat proses kremasi masih berlangsung
Suasana jelang malam di krematorium. Foto: Bangkok Post

Abu jasad Luang Ta Maha Bua akan disimpan dengan dimasukkan ke dalam kotak logam yang dikunci oleh delapan kunci utama, untuk keamanan. Delapan bhikkhu sesepuh, yang setiap masing-masing akan memegang satu buah kunci.

Abu tersebut kemudian akan dibagi menjadi dua bagian pada hari Jumat mendatang. Satu bagian akan dibagikan kepada vihara-vihara hutan, sedangkan bagian yang lain akan diletakkan di dalam guci emas untuk disimpan di Vihara Pa Ban Tat. Foto-foto suasana proses kremasi jasad Luang Ta Maha Bua selengkapnya dapat dilihat di sini. [Sum, Foto: Bangkok Post]

Kata kunci: , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: