Asia Oseania » Asia Timur » Seni dan Budaya » Tiongkok

Vihara 1.000 Tahun di China Terbakar

Selasa, 8 Februari 2011

Buddhisme di ChinaIANS,
Beijing, China – Sebuah vihara berusia 1.000 tahun di China terbakar dan dilaporkan menghancurkan bangunan vihara.

Vihara Fahai dibangun pada tahun 945 berlokasi di Fuzhou ibukota propinsi Fujian, di China bagian timur, merupakan tempat penyimpanan bagi sejumlah kitab suci Buddhis kuno yang diakui sebagai harta nasional, demikian media Xinhua melaporkan pada Senin.

Kesatuan pemadam kebakaran Fuzhou mengerahkan 21 alat pemadam kebakaran dan 147 petugas pemadam kebakaran ke lokasi, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 4.11 pagi waktu setempat, demikian kata juru bicara kesatuan pemadam kebakaran.

Dilaporkan tidak ada korban dan semua peninggalan budaya vihara tersebut masih utuh, demikian tambah juru bicara tersebut.

Namun foto-foto adegan kebakaran yang dipasang secara online menunjukkan api merah menerangi langit malan dan melanda aula besar vihara tersebut. “Saya mencium bau yang tajam dan terbangun,” kata pengguna internet dengan nama ‘Pleasant Afternoon‘ yang memasang tiga buah foto di situs aqq.com.

Foto-foto tersebut menunjukkan bagaimana aula berusia 1.000 tahun tersebut hancur oleh api. Pada foto ketiga, aula tersebut telah menghilang.

“Hanya beberapa pilar hangus yang tetap berdiri setelah api dipadamkan,” kata ‘Pleasant Afternoon‘, yang mengambil gambar-gambar tersebut dari apartemennya di sebuah bangunan tinggi yang menghadap vihara tersebut.

Pihak berwenang setempat telah memastikan bahwa api melahap aula besar tersebut dan salah satu dari ruangan kayu Vihara Fahai di pusat kota Fuzhou pada 3.12 pagi waktu setempat. Kebakaran terjadi selama satu jam, tetapi pihak berwenang belum menghitung kerusakan yang terjadi.

Meskipun juru bicara kesatuan pemadam kebakaran mengatakan bahwa penyebab dari api tersebut masih dalam penyelidikan, para pengguna Internet banyak yang berspekulasi bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh kembang api.

Posting-an oleh ‘Pleasant Afternoon‘ diikuti dengan puluhan komentar yang mempersalahkan kembang api. “Kembang api seharusnya dilarang di daerah pusat kota,” demikian komentar yang banyak terbaca.

Perdebatan apakah bahan peledak perayaan dapat diperbolehkan terus berlanjut selama dua dekade belakangan di China. Banyak kota-kota besar, termasuk Beijing, melarang kembang api di pertengahan tahun 1990-an, tetapi kemudian dipaksa untuk mencabut pelarangan tersebut oleh para penggemarnya yang mengklaim bahwa kembang api telah merupakan ‘bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan China’.[IANS, 7/2, tr: Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:

REKOMENDASIKAN: