Asia Oseania » Asia Tenggara » Malaysia » Pelayanan Buddhis » Pendidikan

VCD Buddhis Dalam Bahasa Isyarat

Senin, 9 November 2009

Buddhisme di Asia PasifikBuddhist Channel,
Kuala Lumpur, Malaysia – Yayasan Dharma Untuk Penderita Tuna Rungu, merasa senang atas diluncurkan untuk pertama kalinya VCD Dharma untuk komunitas tuna rungu (penderita gangguan pendengaran) dengan dukungan Buddhist Maha Vihara Brickfields.

Diluncurkan oleh Y.M. K Sri Dhammaratana Nayaka Maha Thera saat Jamuan Makan Perayaan Ulang Tahun Yayasan ke-10, VCD tersebut berisi sebuah pengenalan singkat huruf-huruf ABC dari istilah-istilah umum Buddhis, pertanyaan dan jawaban mengenai Buddhisme, Vihara, dan lantunan Buddhis sederhana – Semuanya dalam BAHASA ISYARAT didukung dengan peralihan suara.

Yayasan mengadakan kelas-kelas mengenai pendidikan Buddhisme dan kemoralan setiap dua minggu di vihara dalam bahasa isyarat, dan ini merupakan satu-satunya kelas Dharma untuk penderita tuna rungu di Malaysia. Ada sekitar 100.000 orang yang menderita tuna rungu di Malaysia yang sekitar 20.000 adalah umat Buddha.

Meskipun menderita kekurangan pada pendengaran mereka, para anggota Yayasan mengadakan kegiatan dan pertemuan-pertemuan secara mandiri dengan menggunakan bahasa isyarat. Mereka mengadakan dua program acara Amal tahunan bersamaan dengan Tahun Baru China dan Deepavali, memberikan uang dan sumbangan dalam kebaikan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Mereka mengumpulkan dana untuk kegiatan amal ini melalui pengumpulan sumbangan dari antara mereka sendiri dan juga melalui penjualan barang-barang bekas.

Di antara proyek-proyek yang akan datang dari Yayasan ini termasuk di dalamnya adalah memulai sebuah kelas Dharma untuk anak-anak tuna rungu, memproduksi lebih banyak lagi VCD-VCD mengenai Buddhisme dalam bahasa isyarat dan pelatihan bagi anak-anak normal yang orang tuanya mengalami gangguan pendengaran. Pada tahun 2001, Yayasan dengan dukungan Buddhist Maha Vihara berhasil melobi Menteri Telekomunikasi dan Multimedia untuk mendorong perusahaan telekomunikasi untuk membebaskan komunitas penderita tuna rungu dari biaya akses ponsel, karena dengan penderitaan yang mereka alami, mereka hanya mendapatkan manfaat dari pesan teks saja.

Di waktu yang akan datang, mereka merencanakan untuk meneruskan lobi untuk pemotongan harga bagi komunitas tuna rungu dalam penggunaan layanan MMS yang benar-benar menguntungkan para penderita tuna rungu karena merupakan pertama kalinya komunikasi langsung dengan bahasa isyarat di antara para penderita tuna rungu melalui telepon di Malaysia. Orang normal yang tidak mengalami gangguan pada pendengaran mereka telah menikmati komunikasi suara pada telepon dan ponsel tetap mereka untuk beberapa dekade. Teknologi benar-benar telah membantu untuk menjembatani jaringan komunikasi diantara para penderita tuna rungu.

Kata kunci: , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: