Asia TenggaraIndonesiaSeremonial

Tzu Chi Rayakan 3 Hari Besar: Waisak, Hari Ibu dan Hari Tzu Chi

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi menyelenggarakan acara peringatan tiga hari besar bagi Tzu Chi pada Minggu (11/5/2025).

Perayaan Hari Waisak 2569, Hari Ibu Internasional, serta Hari Tzu Chi Sedunia. Foto: FB tzuchiindonesia

Peringatan tiga hari besar Tzu Chi yaitu Hari Waisak 2569, Hari Ibu Internasional, serta Hari Tzu Chi Sedunia tersebut diadakan di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Sebanyak 2.930 peserta turut meramaikan acara ini, termasuk di antaranya 69 anggota sangha, relawan Tzu Chi, para donatur, serta masyarakat umum.

Waisak dimaknai sebagai waktu suci untuk merefleksikan ajaran Buddha serta mengenang jasa orang tua dan semua makhluk, sebagai bentuk rasa syukur dan kasih yang mendalam.

Rangkaian upacara dimulai dengan prosesi persembahan berupa pelita, air harum, dan bunga yang dibawakan oleh para relawan.

Lilin melambangkan cahaya penerang, air melambangkan proses penyucian batin, dan bunga menjadi simbol wanginya Dharma yang menyebar luas, sekaligus pengingat akan ketidakkekalan hidup manusia.

Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan ritual pemandian rupaka Buddha sebagai bentuk penghormatan dan introspeksi spiritual.

Y.M. Sri Paññāvaro Mahāthera, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi yang pertama kali beliau hadiri.

Beliau mendapatkan kesan bahwa saat prosesi puja kepada Buddha, para umat yang hadir diberi kesempatan untuk melakukan secara individu.

Dalam momen Waisak tahun ini, sebanyak 1.392 peserta dari kalangan relawan dan masyarakat membentuk barisan membentuk tulisan Mandarin 正念 (zhèngniàn) yang berarti “kesadaran penuh”, dan 力行 (lì xíng) yang berarti “menerapkan ajaran dengan semangat”.

Formasi tulisan Mandarin 正念 (zhèngniàn) yang berarti “kesadaran penuh”, dan 力行 (lì xíng) yang berarti “menerapkan ajaran dengan semangat”. Foto: FB tzuchiindonesia

Keberhasilan acara ini merupakan hasil dari kerja keras para relawan Tzu Chi yang terlibat secara langsung. Waisak tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga wujud nyata dari penerapan ajaran Buddha dalam tindakan sehari-hari.

Peringatan Waisak menjadi pengingat untuk hidup rukun dan damai, serta membawa cahaya kedamaian dalam keseharian, sekaligus menginspirasi orang lain untuk menebar kebaikan ke seluruh penjuru dunia.[Bhagavant, 12/5/25, Sum]

Rekomendasikan: