Perdamaian Jadi Pesan Waisak 2569 EB Sangha Mahayana Indonesia
Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Perdamaian menjadi sorotan dalam pesan Waisak 2569 Era Buddhis / 2025 yang disampaikan oleh Sangha Mahayana Indonesia (SMI).

Dalam pesannya yang ditandatangani oleh Y.M. Kusalasasana Mahasthavira, Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia, SMI menyampaikan pesan perdamaian. Berikut pesan Waisak 2569 dari Sangha Mahayana Indonesia.
—
Pesan Waisak Sangha Mahayana Indonesia
Namo Sakyamuni Buddhaya
Kemuliaan dan tanda-tanda tiada tara dalam setiap kelahiran Bodhisattva di dunia. Karena kekuatan tekad agung dan kesempurnaan paramita membawa kelahiran terakhir sebagai Bodhisattva untuk menjadi seorang Buddha. Maka pada hari ini kita semua memandikan Rupang Bayi Sidharta yang kelak akan menjadi Buddha.
Setiap Sangha Mahayana Indonesia kembali memperingati kelahiran Bodhisattva, semua umat menyambut dengan suka cita, tentunya hal ini akan senantiasa membangkitkan Bodhicitta yaitu benih Kebuddhaan yang tersirami dengan cinta kasih, welas asih, kebahagiaan dan kebijaksanaan dalam diri kita semua.
Tema Waisak Sangha Mahayana Indonesia tahun ini adalah “Tingkatkan Pengendalian diri untuk mewujudkan Perdamaian Dunia”.
Baru saja kita kehilangan Sosok Besar Paus Fransiskus yang selalu dalam pikiran, ucapan dan tindakannya berpikir untuk kemanusiaan dan Kedamaian Dunia. Kepergiannya diiringi oleh banyak burung merpati putih simbol perdamaian. Sangha Mahayana Indonesia turut mendoakan Paus Fransiskus mencapai kondisi kebahagiaan tanpa batas.
Konsep Bodhisattva menekankan pada kepentingan orang banyak, kebahagiaan pada semesta, menolong mereka yang hidup dalam penderitaan demi tercapainya pembebasan, menghindari peperangan dan pertumpahdarahan.
Tentunya semua dimulai dari diri sendiri, dimulai dari menjaga pikiran, ucapan dan perbuatan Badan Jasmani. Karena dengan pengendalian diri maka kita dapat dan mampu mengontrol diri sendiri.
Dengan kondisi batin yang baik dan terjaga, bagaimana mungkin kita mampu menyakiti makhluk lain. Dengan demikian perdamaian dunia akan terus terjaga. Karena kita melihat orang lain seperti melihat diri sendiri.
Menghormati orang lain seperti menghormati para Buddha. Karena dalam Avatamsaka Sutra dikatakan semua makhluk memiliki benih Kebuddhaan.
Semoga semangat Waisak tahun ini, semua negara mampu mewujudkan perdamaian daripada peperangan. Semoga semua pemimpin bangsa lebih memikirikan kesejahteraan bangsanya daripada kesejahteraan pribadi dan golongannya.
Semoga semua anak jauh lebih berbakti pada orang tua dan gurunya daripada berbakti pada robot dan komputer. Semoga semua tokoh agama terus mengajarkan ajaran kedamaian dibanding ujaran ke-bencian dan permusuhan.
Hidup di bawah langit yang sama, menghirup udara yang sama, makan hasil Bumi dari tanah yang sama. Marilah jaga kebersamaan dalam kehidupan ini.
Selamat Hari Waisak 2025
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia
Bhiksu Kusalasasana Mahasthavira
Ketua Umum
—-
Umat Buddha dari tradisi Mahayana telah merayakan Waisak seminggu lebih dulu yaitu pada Senin (5/5/2025). Hal ini dikarenakan dalam tradisi Mahayana, Hari Waisak diyakini jatuh pada tanggal 8 bulan ke-4 penanggalan Imlek, yang tahun ini jatuh pada 5 Mei 2025.[Bhagavant, 12/5/25, Sum]
