Amerika » Amerika Serikat » Sosial

Buddhist Global Relief Bantu Atasi Kelaparan di Gaza

Bhagavant.com,
New York, Amerika Serikat – Organisasi Buddhis yang fokus bergerak dalam bidang penanganan kelaparan menyumbangkan 50 ribu dolar AS untuk membantu kelaparan di Gaza.

Buddhist Global Relief Bantu Atasi Kelaparan di Gaza

Seperti diketahui bahwa penderitaan yang besar telah terjadi di kedua belah pihak yang berkonflik di Gaza, Timur Tengah. Penderitaan yang disebabkan oleh kebencian, keserakahan, dan kebodohan batin ini tidak memilih berada di pihak yang mana. Dan salah satu penderitaan yang muncul adalah kelaparan.

Menurut pemberitaan, antara 28 persen dan 50 persen penduduk Gaza menghadapi tingkat darurat kerawanan pangan, dan dua pertiga orang yang tinggal di Gaza selatan melaporkan menghabiskan setidaknya satu hari semalam penuh tanpa makanan. Air minum hampir mustahil didapat dan, dalam 20 hari terakhir, Gaza hanya menerima sedikit bantuan dibandingkan sebelum perang; truk berisi pasokan bantuan telah ditolak karena berisi satu barang terlarang. Biaya pembangunan kembali gedung apartemen, rumah sakit, dan infrastruktur yang hancur diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar.

Buddhist Global Relief (BGR), sebuah organisasi sosial Buddhis yang berbasis di Amerika Serikat, telah mengumumkan bahwa mereka akan mendedikasikan dana sebesar 50 ribu dolar AS untuk bantuan pangan bagi penduduk Gaza. BGR didirikan oleh bhikkhu Amerika terkenal Y.M. Bhikkhu Bodhi dan mempunyai proyek bantuan makanan sebagai salah satu kegiatan utamanya.

Buddhist Global Relief telah menyetujui sumbangan darurat sebesar $50,000 untuk membantu para korban kekerasan di Gaza. Hibah tersebut telah dibagi rata antara Program Pangan Dunia-AS, dan Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA),” seperti yang disampaikan di situs resmi BGR, Jumat (19/1/2024).

BGR juga menyoroti penderitaan yang tidak pandang bulu yang juga terjadi pada kedua belah pihak yang berkonflik.

“Warga Israel mempunyai satu kesamaan lagi dengan warga Palestina yang tinggal di Gaza: Mereka berdua menderita trauma psikologis yang hebat karena pemandangan kematian dan kehancuran yang mengerikan, serta hilangnya orang-orang tercinta, rumah, dan mata pencaharian. Banyak dari mereka yang sudah menderita gangguan stres pasca-trauma, depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan beberapa generasi, untuk pulih.”

“Sri Buddha menekankan bahwa seseorang dapat menemukan kedamaian dan mengakhiri permusuhan hanya dengan mengesampingkan kemenangan dan kekalahan. Merupakan harapan besar kita, sebagai umat Buddha yang berkontribusi, agar semua pihak yang bertikai menyadari kebenaran ini, meletakkan senjata mereka, dan berupaya mencapai perdamaian.”

Lebih dari 1.200 warga Israel dibunuh oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, dan 240 orang lainnya, baik tentara Israel maupun warga sipil, ditangkap dan disandera. Di Gaza, hampir 1,7 juta dari 2,1 juta penduduk wilayah tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka. Lebih dari 24.000 orang telah tewas akibat serangan udara dan penembakan Israel sebagai bentuk balasan.[Bhagavant, 27/1/24, Sum]

Rekomendasikan:

Kategori: Amerika,Amerika Serikat,Sosial
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: