Inggris Raya » Sosial

Tentara Inggris Temukan Kenyamanan dalam Buddhisme

Senin, 22 Oktober 2012

Buddhisme di Inggris RayaBhagavant.com,
London, Inggris Raya – Rasa lelah dan penuh dengan ketegangan adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan sebagai anggota angkatan bersenjata. Begitu juga yang terjadi dalam angkatan bersenjata Inggris.

Tapi sekarang, di antara anggota pasukan Inggris tersebut telah menemukan pelepas lelah dan ketegangannya dengan mempraktikkan Buddhisme.

Buddhisme mengalami kemajuan yang tidak biasa dalam kepopulerannya di angkatan bersenjata Inggris. Seperti yang dilaporkan Sunday Times Sri Lanka, 21 Oktober, sejak 2005 jumlah tentara pria dan wanita yang mempraktikkan Buddhisme meningkat dari 200 menjadi 3.800 orang.

Sekitar 2.800 adalah Gurkha yang berkebangsaan asal Nepal merupakan penganut Buddhisme, sedangkan 1.000 lainnya adalah warga Inggris yang banyak di antaranya beralih keyakinan menjadi Buddhis saat bergabung dengan militer.

Menurut para pemimpin spiritual terkait, alasan di balik fenomena ini adalah karena Buddhisme memungkinkan para personel prajurit untuk melepaskan diri dari ketegangan dan tekanan yang ada dalam kehidupan militer.

Dr. Sunil Kariyakarawana, seorang kapelan* Buddhis untuk angkatan bersenjata Inggris mengatakan, “Buddhisme memiliki sebuah sudut pandang yang berbeda mengenai segala sesuatu. Militer merupakan tempat yang sangat penuh ketegangan. Orang-orang pergi berperang, itu salah satu faktornya, dan harus bertempur.”

“Personel melihat banyak penderitaan di medan pertempuran. Orang-orang menemukan bahwa Buddhisme dapat membantu mengenai masalah mental ini.”

“Buddhisme meletakkan beban dan mereka dapat mempraktikkan cara mereka sendiri.”

“Kadang kala Anda harus memilih untuk berperang sebagai pilihan yang paling buruk,” kata Dr. Sunil yang menyatakan bahwa Sang Buddha tidak pernah menepis keberadaan kekerasan.

Sementara itu, Letnan Kolonel Peter Straddings, yang mengepalai keragaman budaya pasukan Inggris tersebut mengatakan bahwa kemasyarakatan adalah hal yang sangat penting.

Ia mengatakan, “Kemasyarakatan Inggris kini sangatlah berbeda dari Pasukan saat Saya bergabung 25 tahun lalu. Kira-kira 25 persen pemuda tidak lagi kaum Protestan Anglo-Saxon kulit putih.”

Untuk pertama kalinya pada tahun 2005, kapelan Buddhis, Hindu, Muslim, dan Sikh dibentuk oleh angkatan bersenjata Inggris.[Bhagavant, 22/10/12, Sum]

*Kapelan: agamawan yang bertugas untuk kelompok khusus seperti pada universitas, tentara, penjara.

Kata kunci:
Penulis: