Buddhis Thailand Rayakan Asalha Puja dan Awal Vassa 2567

Bhagavant.com,
Pattaya, Thailand – Hari Suci Asalha Puja diperingati dan dirayakan umat Buddha di Thailand pada Selasa (1/8/2023).

Buddhis Thailand Rayakan Asalha Puja dan Awal Vassa 2567
Foto: pattayamail.com

Umat Buddha di negara Gajah Putih, Thailand, memperingati Hari Suci Asalha Puja 2567 Era Buddhis (versi Thailand: 2566 EB)/ 2023 dan juga merayakan awal dari masa Vassa (retret musim hujan) para bhikkhu.

Salah satu yang merayakan adalah Vihara Suttawas di Pattaya timur yang dihadiri oleh kumpulan besar umat Buddha yang datang berkumpul pada hari itu untuk melakukan puja bakti dan kegiatan bajik lainnya.

Sepanjang pagi hari tanggal 1 Agustus, umat Buddha mengunjungi vihara tersebut untuk melakukan kebajikan kepada para bhikkhu setempat, melakukan puja bakti untuk kemakmuran dan keberuntungan.

Saat matahari terbenam, Vihara Suttawas diterangi dengan cahaya lilin yang hangat saat vihara mengadakan prosesi penyalaan lilin yang emosional di sekitar aula uposatha.

Hari suci yang dalam bahasa setempat disebut Asalha Bucha tersebut memiliki makna khusus karena memperingati khotbah pertama Sri Buddha di Taman Rusa di Benares, India, dan berdirinya Sangha sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Sehari setelahnya (2/8/2023) menandakan hari dimulainya masa Vassa (Khao Pansa), yaitu masa selama tiga bulan saat para bhikkhu melakukan pelatihan diri membersihkan batin.

Sebelumnya, untuk memperingati Hari Asalha Puja pada tanggal 1 Agustus dan dimulainya masa Vassa pada tanggal 2 Agustus, Polisi Kerajaan Thailand telah memberlakukan larangan keras terhadap penjualan semua jenis minuman beralkohol.

Larangan berskala nasional ini diberlakukan dari tengah malam pada tanggal 31 Juli hingga tengah malam pada tanggal 2 Agustus, mencakup distribusi minuman beralkohol secara grosir dan eceran, kecuali toko bebas bea di bandara internasional.

Larangan diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang digariskan dalam Undang-Undang Pengendalian Alkohol tahun 2008. Setiap individu atau perusahaan yang ditemukan melanggar larangan ini akan menghadapi hukuman, termasuk penjara hingga 1 tahun atau denda hingga 10.000 baht, atau keduanya.

Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk memberi penghormatan pada pentingnya Asalha Puja dan dimulainya masa Vassa, yang keduanya memiliki kepentingan religius yang mendalam bagi umat Buddha di Thailand. Larangan penjualan alkohol selama hari-hari suci ini merupakan aspek penting untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap ketaatan beragama dan mempromosikan kepekaan budaya.

Selama periode yang ditentukan ini, pihak berwenang tetap waspada dalam memantau kepatuhan terhadap larangan untuk memastikan bahwa semua penjual, restoran, dan tempat hiburan mematuhi larangan penjualan alkohol. Humas Markas Besar Polisi Thailand telah mengeluarkan pernyataan, mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk bekerja sama dengan peraturan tersebut dan tidak menjual atau mengkonsumsi minuman beralkohol selama jangka waktu yang telah ditentukan.[Bhagavant, 5/8/23, Sum]

Rekomendasikan:
Asia TenggaraThailand