Travel

Pemerintah Pusat India Dorong Infrastruktur Utama untuk Jalur Buddhis

Bhagavant.com,
New Delhi, India – Pemerintah Pusat India berencana mendorong infrastruktur utama untuk Jalur Buddhis (Buddhist Circuit) yang terdapat situs-situs Buddhis.

Pemerintah Pusat India Dorong Infrastruktur Utama untuk Jalur Buddhis
Kereta khusus Jalur Buddhis, India. Foto: YouTube

Sejak Pemerintah India mengumumkan proyek Jalur Buddhis pada tahun 2016, 3,43 miliar Rupee telah disetujui untuk proyek tersebut di bawah berbagai skema, dengan 2,78 miliar Rupee telah dikeluarkan, kata seorang pejabat dari Kementerian Pariwisata.

“Di bawah skema Swadesh Darshan unggulan Kementerian Pariwisata, beberapa proyek telah dilakukan di Madhya Pradesh, Bihar, Uttar Pradesh, Gujarat dan Andhra Pradesh. Proyek-proyek ini berada pada tahap implementasi yang berbeda, dengan pemerintah mengincar batas waktu penyelesaian 2022-23 untuk sebagian besar dari mereka,” tambah pejabat itu seperti yang dilansir India Express, Kamis (7/10/2021).

Di Bihar dan Uttar Pradesh, rencananya adalah untuk mengembangkan lebih lanjut situs Bodh Gaya, Nalanda, Rajgir, Vaishali, Sarnath, Shravasti, Kushinagar, Kaushambi, Sankisa dan Kapilavastu. Situs-situs tersebut saat ini menerima sekitar enam persen dari kedatangan turis asing, dengan Sarnath dan Bodh Gaya memimpin paket tersebut. Pembangunan Pusat Kebudayaan di Bodh Gaya juga sedang berlangsung.

Di bawah Jalur Buddhis Shravasti, Kushinagar dan Kapilvastu di Uttar Pradesh, proyek-proyek tersebut telah dilakukan untuk pembangunan infrastruktur yang akan selesai pada 2021-22. Di Varanasi, dua proyek termasuk pertunjukan suara dan cahaya di Stupa Dhameka dan Taman Bertema Buddhis di Sarnath, senilai 95 juta Rupee telah selesai.

Kementerian juga bekerja pada peningkatan kapasitas, yang meliputi pelatihan fasilitator wisata linguistik dalam bahasa Thailand, Jepang, Vietnam dan Mnadarin. Sebanyak 525 orang telah dilatih dalam bahasa ini antara 2018 hingga 2020, dan 600 lainnya akan dilatih antara 2020 dan 2023. Ini sangat penting karena diperkirakan 97 persen umat Buddha dunia terkonsentrasi di Asia Tenggara saja.

Jalur Buddhis memiliki empat bandara internasional dan dua bandara domestik, sementara dua lagi sedang dalam proses. Ada juga rencana pengembangan layanan helikopter dan peningkatan konektivitas internasional di bawah skema UDAN. Selain kereta khusus Jalur Buddhis, total 88 pasang kereta telah terhubung dari Gaya ke New Delhi, Kolkata, Chennai, dan Varanasi.

Stasiun lain termasuk Prayagraj, Varanasi, Patna, Lucknow dan Gorakhpur juga telah ditingkatkan. Pembicaraan juga dilakukan dengan operator tur domestik untuk menjual seluruh jalur kepada kelompok pelancong, bukan hanya sebagian saja.

“Mengejutkan bahwa meskipun Agama Buddha berasal dari India dan tujuh dari delapan situs ziarah Buddhis utama berada di India, negara kita bahkan tidak mendapatkan satu persen pun peziarah Buddhis di dunia,” kata seorang pejabat dari Kementerian Pariwisata, menambahkan.

“Negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Thailand mendapatkan sebagian besar wisatawan terkait Agama Buddha sementara India tertinggal, sebagian besar karena kurangnya infrastruktur dan kesadaran. Kami akan menawarkan fasilitas kelas dunia dan memikat banyak turis ini ke India, yang juga akan sangat menambah pendapatan dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.[Bhagavant, 9/10/21, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN