Arkeologi

2 Gua Buddhis Ditemukan di Pavana-Maval, India

Sabtu, 5 September 2020

Bhagavant.com,
Maharashtra, India – Sekelompok petani yang mencari sayuran liar di daerah Pavana-Maval yang terpencil menemukan dua gua-terowongan era Buddhis.

2 Gua Buddhis Ditemukan di Pavana-Maval, India
Foto: indiatimes.com

Gua-gua tersebut sekarang telah menarik perhatian para peneliti, yang mengunjungi tempat itu pada hari Minggu untuk mengetahui lebih banyak tentang situs yang dikelilingi oleh gua-gua lain seperti Karle, Bhaje, Bedase Kondhane dll.

Menurut mereka, gua-gua ini digunakan untuk ‘hibernasi’ (meditasi terisolasi ketat yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan) oleh para bhiksu saat berada di jalur perdagangan. Salah satu gua memiliki lingga dengan relung dan gua lainnya memiliki ukiran batu untuk membentuk pengaturan tempat duduk dan tidur. Mereka digunakan untuk ‘vipassana’.

Penemuan itu merupakan sebuah kebetulan. Tiga orang petani telah mengunjungi situs tersebut pada Minggu pagi di dekat bukit terpencil. Mereka menuju ke sana untuk memetik sayuran liar yang populer di kalangan perkotaan. Setiba di sana mereka melihat lubang yang diblokir oleh batu dan terkubur di semak-semak. Mereka menyiangi tanaman dan menemukan situs tersebut. Mereka menggali sedikit dan menemukan tempat tersembunyi ini.

Sebuah tim yang dipimpin peneliti Sahyadri Pratishthan, Raj Balshetwar, mengunjungi lokasi tersebut. Mereka memperhatikan bahwa gua pertama memiliki panjang 40 kaki dan memiliki relung di dalamnya. Ada lingga yang terbuat dari basal. Yang lainnya panjangnya 50 kaki.

Balshetwar mengatakan bahwapara bhiksu dari tradisi Vajrayana biasa membuat ruang seperti itu untuk vipassana. Situs ini jauh dari gua-gua utama. Gua ini menandakan bahwa tempat itu istimewa dan terisolasi untuk ‘hibernasi’. Para bhiksu senior di hierarki atas menggunakan tempat ini untuk mencapai pembebasan dari semua penderitaan, dan kemenangan atas kematian.

Balshetwar menyerukan adanya pelestarian dari penemuan baru ini dengan tidak mengizinkan turis, pemburu harta, dan penjahat sembarangan ada di sekitar situs.

“Kami juga sudah menginformasikan ke departemen arkeologi untuk melakukan site visit dan mendokumentasikan penemuan ini,” tambahnya seperti yang dilansir Mumbai Mirror, Senin (31/8/2020).

Menurut para arkeolog, gua ini adalah rute perdagangan kuno yang digunakan oleh para penjelajah 2.000 tahun yang lalu yang menghubungkan Dekkan ke pelabuhan di pantai Konkan. Gua-gua ini terutama digunakan oleh para bhiksu, pedagang, dan karavan selama ratusan tahun.[Bhagavant, 5/9/20, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN: