Arkeologi » Jepang » Seni dan Budaya

Setelah Renovasi 10 Tahun Pagoda di Jepang Dibuka untuk Umum

Bhagavant.com,
Nara, Jepang – Sebuah pagoda (stupa bersusun) di ibu kota kuno Jepang, Nara akan dibuka untuk umum setelah menjalani renovasi besar-besaran pertamanya dalam lebih dari satu abad.

Setelah Renovasi 10 Tahun Pagoda di Jepang Dibuka untuk Umum
Pagoda Timur (kanan) dengan sōrin (chattra). Foto: YouTube

Pagoda yang berada di Vihara Yakushi yang terdaftar sebagai situs Warisan Dunia itu dan ditetapkan sebagai harta nasional Jepang tersebut, akan dibuka sebagian untuk umum mulai Maret 2021 hingga 16 Januari 2022.

Selama periode pertunjukan tersebut, pengunjung pagoda yang disebut sebagai Pagoda Timur, akan diizinkan berada di platform yang mengelilingi pintu masuk pagoda dari mana mereka dapat melihat pilar pusat dan langit-langit yang dicat. Mereka tidak akan dapat memasuki struktur itu sendiri.

Pihak vihara memutuskan untuk membuka pagoda tiga lantai tersebut untuk dilihat sebagian sebagai tanggapan atas permintaan dari anggota masyarakat untuk dapat melakukan puja di sana.

Renovasi besar pertama pagoda ini setelah kurun waktu 110 tahun berlangsung antara 2009 hingga akhir tahun lalu. Pengunjung awalnya dijadwalkan untuk diizinkan mulai Mei tahun lalu, ketika sebagian besar pekerjaan renovasi selesai, tetapi rencana itu ditunda karena pandemi virus corona baru.

“Renovasi telah selesai berkat bantuan banyak orang,” kata Kitatsu Ikoma, wakil kepala pandita Vihara Yakushi seperti yang dilansir Japan Times, Jumat (8/1/2021). “Kami ingin publik melihatnya.”

Pagoda Timur setinggi 33,6 meter adalah satu-satunya bangunan kayu yang bertahan sejak vihara tersebut didirikan lebih dari 1.300 tahun yang lalu.

Menurut pihal vihara, Ernest Fenollosa (1853-1908), sejarawan Amerika tentang seni Jepang dan profesor Universitas Kekaisaran Tokyo, diyakini telah menggambarkan pagoda tersebut sebagai “frozen music” karena keseimbangan ritmis dalam penampilan dan keindahan.[Bhagavant, 9/1/21, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN